Program Pertamina Trans Kontinental Berhasil Tingkatkan Keanekaragaman Hayati Kawasan Mangrove Kariangau

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Balikpapan, ruangenergi.com – Program Revitalisasi Mangrove (PORTAL) PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) berhasil menambah jumlah keragaman hayati di wilayah operasional Pertamina Trans Kontinental Shorebase Tanjung Batu (PSTB), Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Data biodiversitas tersebut diperoleh dari monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan PSTB, mencerminkan indikator positif bahwa kawasan konservasi mangrove berperan penting dalam menyediakan habitat dan mendukung keberlanjutan.

Vice President HSSE PTK Nasruli mengungkapkan. program revitalisasi mangrove di kawasan Karangau dilakukan untuk menjaga fungsi ekologis, ekonomi, dan fisik hutan bakau sehingga kawasan pesisir lebih sehat, aman dari abrasi, serta mendukung keseimbangan lingkungan hidup. Kesehatan kawasan pesisir ini merupakan salah satu fokus PTK yang bergerak di industri maritim.

“Program PORTAL merupakan salah satu upaya menjaga kelestarian alam yang dikembangkan PTK sejak tahun 2022, sekaligus menjadi rumah bagi beragam flora dan fauna. Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL), PTK Shorebase Tanjung Batu juga menjalankan monitoring dan evaluasi kawasan mangrove untuk mengukur dampak nyata atas program tersebut,” jelas Nasruli.

Berdasarkan hasil evaluasi, Nasruli mengungkapkan, tercatat adanya pertumbuhan keanekaragaman hayati flora dan fauna. Pada kategori fauna (satwa), terdapat 49 jenis dari 33 famili. Dari data tersebut, keragaman burung mengalami peningkatan tertinggi 48%, yakni dari 25 jenis burung pada tahun 2022, menjadi 37 jenis burung pada evaluasi tahun 2026. Selain itu, keragaman herpetofauna atau amfibi dan reptil bertambah dari 6 menjadi 9 jenis, serta mamalia dari 2 menjadi 3 jenis.

Sedangkan pada kelompok flora (tumbuhan), naik 61% dari 13 jenis pada tahun 2022, menjadi 21 jenis pada tahun 2026 dengan dominansi pada habitus pohon (57%), spesies Bakau Minyak (Rhizophora apiculata) dan Api-api Hitam (Avicennia alba) menjadi jenis mangrove dominan penstabil substrat dan penyerap karbon.

“Peningkatan jumlah spesies yang teridentifikasi ini menjadi bukti nyata pentingnya kawasan mangrove PTK Shorebase Tanjung Batu sebagai benteng perlindungan biodiversitas Indonesia. Melalui temuan ini, PTK terus memperkuat komitmen menjaga kelestarian ekosistem secara berkelanjutan, melindungi habitat alami satwa endemik, serta menciptakan lingkungan yang sehat agar tercipta keseimbangan ekologis yang memberi manfaat nyata bagi kehidupan di sekitarnya” jelas Nasruli.

Evaluasi program dilakukan berdasarkan prinsip pengelolaan ekosistem dengan pendekatan ilmiah terpadu melalui metode jalur berpetak (line transect), Point Count/Indices Point of Abundance (IPA), Visual Encounter Survey (VES), serta pemasangan kamera jebak (camera trap) pada empat formasi kluster alami mangrove (Kluster Sonneratia, Kluster Sonneratia–Avicennia, Kluster Avicennia–Rhizophora, dan Kluster Rhizophora).

PTK merupakan anak usaha Subholding Integrated Logistics PT Pertamina International Shipping. Sebagai penyedia layanan maritim terpadu, PTK saat ini mengoperasikan ratusan armada kapal di sejumlah wilayah strategis Indonesia. PTK mengedepankan ketepatan waktu serta keselamatan, dengan tingkat keandalan layanan di atas 99 persen. Operasional terintegrasi PTK mencakup layanan Support Vessel Provider, Marine Service, Port Operations Services, hingga Shorebase.