Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Sistem Kelistrikan Flores Pascagempa

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com – Sistem Kelistrikan Flores telah pulih 100 persen pascagempa bumi Magnitudo 7,7 yang terjadi pertengahan Agustus lalu. Sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi infrastruktur tetap aman dan andal, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerjunkan Inspektur Ketenagalistrikan ke lapangan untuk melakukan inspeksi dan pemantauan bersama PT PLN (Persero).

Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Eri Nurcahyanto mengatakan, “Inspeksi dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan keandalan dan keselamatan infrastruktur ketenagalistrikan setelah proses pemulihan, serta memastikan sistem kelistrikan dapat beroperasi secara berkelanjutan, aman dan andal,” ujar Eri di Jakarta, Senin (24/08/2026).

Menurut Eri, proses pemulihan Sistem Kelistrikan Flores dilakukan secara bertahap hingga seluruh pelanggan terdampak kembali mendapatkan pasokan listrik. Saat ini, sistem kelistrikan Flores telah kembali beroperasi normal 100 persen dengan seluruh pelanggan telah terlayani.

Tim Inspektur Ketenagalistrikan Kementerian ESDM melaksanakan inspeksi lapangan di Kabupaten Sikka, Maumere, pada 20–21 Agustus 2026, yang menjadi salah satu wilayah terdampak gempa. Hasil inspeksi di wilayah PLN Flores Bagian Timur menunjukkan terdapat 12 titik aset yang terdampak, yang tersebar di Posko Maumere dan Sistem Isolated Palue. Di Posko Maumere, sebanyak 85.225 pelanggan sempat terdampak pemadaman.

Pemulihan pasokan listrik pada Sub Sistem Maumere sendiri telah selesai dilakukan pada 15 Agustus 2026 pukul 13.18 WITA. Proses tersebut melibatkan 118 personel yang tergabung dalam tim posko tanggap darurat. Selain memastikan pemulihan, PLN UP3 Flores Bagian Timur juga memperkuat mitigasi risiko dengan membentuk Tim Tanggap Darurat dan menyusun Pedoman Tanggap Darurat yang melibatkan pemerintah daerah serta instansi terkait.

Tim Inspektur Ketenagalistrikan juga melakukan pengecekan gedung Region Control Centre (RCC) Flores bersama General Manager PLN UIW NTT. Hasil monitoring menunjukkan gedung RCC masih dapat beroperasi normal meskipun terdapat kerusakan fisik akibat gempa.

“Dari sisi operasi, seluruh pembangkit dan penyaluran listrik telah beroperasi normal dan tidak terdapat lagi pemadaman pelanggan. Per 21 Agustus 2026, Sistem Kelistrikan Flores memiliki Daya Mampu Pasok (DMP) sebesar 116,56 MW dengan beban puncak mencapai 93,96 MW,” jelas Eri.

Kementerian ESDM memastikan inspeksi dan pemantauan pascagempa akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan, keandalan, dan keberlanjutan sistem ketenagalistrikan di Pulau Flores. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan infrastruktur yang telah kembali beroperasi tetap dalam kondisi aman dan mampu mendukung kebutuhan listrik masyarakat.