PLTGU Batam Bintan 1 120 MW Masuk Tahap Engineering, Black & Veatch Ditunjuk PT PP

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com— Penguatan sistem kelistrikan Batam memasuki babak baru. Black & Veatch ditunjuk PT PP (Persero) Tbk untuk menggarap desain teknik terperinci pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Batam Bintan 1 berkapasitas 120 megawatt (MW).

Dalam siaran pers yang diterima ruangenergi.com, proyek yang dimiliki PT PLN Batam, anak perusahaan PLN, tersebut menjadi bagian dari langkah memperkuat ketahanan energi di Batam yang terus tumbuh sebagai kawasan industri, investasi, logistik, hingga pusat ekosistem digital dan data center.

Penunjukan Black & Veatch diumumkan di Jakarta, Kamis (1/10/2026). Perusahaan global di bidang infrastruktur energi itu akan memberikan layanan detailed engineering design yang menjadi fondasi teknis bagi kelanjutan pembangunan PLTGU Batam Bintan 1.

Bagi Batam, tambahan kapasitas 120 MW bukan sekadar angka. Pertumbuhan kawasan industri dan investasi membutuhkan pasokan listrik yang semakin stabil, sekaligus mampu mengikuti peningkatan kebutuhan energi dalam jangka panjang.

“Sebagai salah satu perekonomian paling dinamis dengan pertumbuhan tercepat di dunia, Indonesia membutuhkan infrastruktur yang semakin andal dan tangguh untuk menopang pertumbuhan dan kesejahteraan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akan ketahanan energi,” ujar Senior Vice President dan Head of Asia-Pacific and India Black & Veatch, Jerin Raj.

Menurut dia, keterlibatan Black & Veatch dalam proyek PLTGU Batam Bintan 1 mencerminkan kepercayaan klien terhadap kompetensi teknis perusahaan serta pengalaman panjang mengerjakan proyek energi kompleks di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik.

PLN Batam melihat proyek ini sebagai salah satu proyek strategis untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik di Batam.

Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam Rudi Antono mengatakan, pengalaman dan kompetensi global Black & Veatch akan membantu memastikan aspek teknis, kualitas, keselamatan, dan keandalan proyek dapat memenuhi standar yang dibutuhkan.

“PLTGU Batam Bintan 1 merupakan salah satu proyek strategis PLN Batam untuk memperkuat sistem kelistrikan seiring pertumbuhan kebutuhan energi di Batam,” kata Rudi.

Ia menambahkan, perkembangan industri, investasi, serta ekosistem digital dan data center membutuhkan infrastruktur kelistrikan yang semakin andal, efisien, dan berkelanjutan.

Karena itu, proyek 120 MW tersebut diharapkan ikut memperkuat daya saing Batam sebagai salah satu koridor ekonomi penting Indonesia.

Dalam proyek ini, Black & Veatch akan menangani berbagai pekerjaan desain teknik terperinci.

Lingkup pekerjaan antara lain mencakup manajemen rekayasa, pengembangan desain, serta penyusunan dokumentasi teknis yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan konstruksi.

Desain tersebut meliputi sistem mekanikal, elektrikal dan instrumentasi. Black & Veatch juga akan menyusun kriteria desain, menentukan kapasitas peralatan, spesifikasi teknis, gambar teknik serta berbagai dokumen rekayasa.

Termasuk di dalamnya penyusunan Piping and Instrumentation Diagrams (P&ID), deskripsi sistem, filosofi distribusi listrik, diagram logika kontrol, perhitungan kapasitas peralatan, analisis tegangan hingga spesifikasi teknis.

Dengan kata lain, pekerjaan Black & Veatch akan menjadi salah satu fondasi penting sebelum proyek masuk lebih jauh ke tahapan pelaksanaan fisik.

Batam memiliki posisi yang unik. Berada di jalur strategis dekat Singapura dan berstatus sebagai Kawasan Perdagangan Bebas, wilayah ini menjadi magnet bagi investasi manufaktur, logistik dan teknologi.

Pertumbuhan tersebut membawa konsekuensi terhadap kebutuhan energi.

Semakin banyak kawasan industri, fasilitas teknologi dan data center yang beroperasi, semakin besar pula tuntutan terhadap pasokan listrik yang stabil dan berkualitas.

Di sinilah PLTGU Batam Bintan 1 diproyeksikan mengambil peran, yakni menambah kapasitas pembangkitan sekaligus memperkuat keandalan sistem kelistrikan Batam.

Penunjukan ini sekaligus memperpanjang perjalanan Black & Veatch di Indonesia.

Perusahaan tersebut telah mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia sejak 1972, khususnya melalui kerja sama dengan sektor ketenagalistrikan nasional.

Selama lebih dari lima dekade, Black & Veatch menyebut telah memberikan layanan rekayasa, konstruksi, studi lapangan, dukungan pengadaan, manajemen konstruksi hingga pelatihan tenaga kerja.

Total kapasitas pembangkitan dari berbagai proyek energi di Indonesia yang pernah mendapatkan dukungan perusahaan tersebut diperkirakan mencapai 20 GW.

Kini, portofolionya mencakup pembangkitan listrik, transmisi, energi terbarukan, pengelolaan air serta konsultasi infrastruktur.

Pengumuman proyek PLTGU Batam Bintan 1 ini juga disampaikan menjelang Enlit Asia 2026 di Jakarta, forum industri energi yang mempertemukan pelaku sektor ketenagalistrikan dan energi untuk membahas ketahanan energi, resiliensi sistem tenaga, pembangkitan termal dan energi bersih, modernisasi jaringan serta investasi infrastruktur.

Dengan kapasitas 120 MW, PLTGU Batam Bintan 1 kini disiapkan bukan hanya untuk menambah pasokan listrik, tetapi juga menjadi bagian dari fondasi energi bagi wajah baru Batam—kawasan industri, investasi dan digital yang terus bergerak.