Bikin Bangga! Sumur Baru Pertamina di Benakat Timur Produksi 22 Kali Lipat Target!

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Prabumulih, Sumsel, ruangenergi.com-Kabar menggembirakan kembali datang dari kegiatan pemboran hulu migas nasional. PT Pertamina EP Asset 2 (PT Pertamina Hulu Rokan/PHR Zona 4) berhasil mencatatkan hasil uji produksi impresif dari Sumur BKT-061 di Struktur Benakat Timur, Field Pendopo, Sumatera Selatan.

Bayangkan, sumur yang ditargetkan menghasilkan produksi awal sebesar 126 barel minyak per hari (BOPD), ternyata mampu mencatatkan hasil sementara mencapai 2.765 BOPD. Angka ini setara dengan 2.194 persen dari target produksi awal!

Tak hanya minyak, sumur tersebut juga memberikan tambahan produksi gas sebesar 2,84 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Kabar baik ini disampaikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto kepada Ruangenergi.com. Dengan penuh semangat, sosok yang akrab disapa Djoksis itu membagikan keberhasilan kegiatan pemboran yang kembali menunjukkan potensi besar lapangan migas Pertamina.

“Alhamdulillah,” demikian ungkapan syukur Djoko Siswanto atas pencapaian pemboran tersebut.

Menurut Djoko, Sumur BKT-061 sebelumnya ditajak pada 26 September 2026, setelah lokasi pengeboran BKT-AW2 dikembangkan menjadi sumur pengembangan BKT-061.

Hasil uji produksi pada 29 Oktober 2026 menunjukkan performa yang jauh melampaui ekspektasi awal.

Menariknya, produksi minyak tersebut mengalir secara natural open flow, tanpa bantuan pengangkatan buatan, dari lapisan TAF Layer M3. Kondisi ini didukung tekanan reservoir yang masih menunjukkan performa baik.

Keberhasilan Sumur BKT-061 bukan hanya terlihat dari angka produksinya. Dari sisi pelaksanaan operasi, pemboran juga mencatatkan efisiensi waktu yang menggembirakan.

Sumur ini dibor menggunakan metode directional J-type dengan Rig TMMJ #05 hingga kedalaman akhir 1.450 meter measured depth (mMD) atau 1.396,03 meter true vertical depth (mTVD).

Seluruh pekerjaan pemboran dan pengujian produksi hingga 29 Oktober 2026 diselesaikan dalam waktu 33 hari, lebih cepat dibandingkan program yang ditetapkan selama 36 hari.

Aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian utama. Sejak awal tajak, operasi Sumur BKT-061 telah membukukan 53.256 jam kerja selamat (safe man hours), dengan tetap mengedepankan komitmen terhadap Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta operational excellence.

Secara geografis, sumur ini berada di Struktur Benakat Timur, Field Pendopo, yang terletak di sebelah barat laut Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

Keberhasilan BKT-061 menjadi kabar positif bagi upaya meningkatkan produksi minyak nasional. Capaian 2.765 BOPD dari target awal 126 BOPD memperlihatkan bahwa kegiatan pengeboran dan pengembangan lapangan eksisting masih menyimpan peluang besar untuk menghasilkan tambahan produksi.

Namun, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Hasil uji produksi tersebut diharapkan segera dapat ditindaklanjuti menuju tahap produksi komersial sehingga tambahan minyak dan gasnya bisa segera masuk dalam kontribusi produksi nasional.

Di akhir laporannya, Djoko Siswanto menyampaikan harapan agar Sumur BKT-061 segera dapat diproduksikan.

Sebuah kabar baik dari Sumatera Selatan yang menambah optimisme bahwa upaya mengejar peningkatan produksi minyak dan gas bumi Indonesia terus bergerak.