Wow Keren! MIND ID Raih Anugerah Mandaya Award 2026

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kekayaan mineral Indonesia bukan sekadar urusan menggali tambang, mengolah bijih, atau mengejar keuntungan perusahaan. Lebih dari itu, kekayaan alam harus mampu menggerakkan ekonomi rakyat, membuka lapangan usaha, dan menghadirkan kehidupan yang lebih sejahtera bagi masyarakat.

Semangat inilah yang mengantarkan Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, meraih Anugerah Mandaya Award 2026 kategori Badan Usaha/Perusahaan dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi Grup MIND ID dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan fasilitas sosial bagi masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasional pertambangan.

Bagi MIND ID, keberhasilan industri pertambangan tidak cukup diukur dari besarnya produksi mineral atau nilai tambah yang dihasilkan melalui hilirisasi. Ada ukuran lain yang tidak kalah penting, yakni seberapa jauh kekayaan alam mampu mengangkat taraf hidup masyarakat.

Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya mineral nasional harus memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Karena itu, kami bersama seluruh anggota grup terus mendorong pemberdayaan masyarakat dengan harapan masyarakat daerah mampu menggerakkan ekonomi secara mandiri, menciptakan peluang, dan meningkatkan nilai manfaat bagi daerahnya,” ujar Dany dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).

Komitmen tersebut bukan sekadar jargon perusahaan. Sepanjang 2025, Grup MIND ID menjalankan berbagai program penguatan ekonomi masyarakat dengan menjadikan usaha mikro dan kecil (UMK) sebagai salah satu motor penggeraknya.

Tercatat, sebanyak 1.027 usaha mikro dan kecil mendapatkan pembinaan melalui program peningkatan kapasitas bisnis. Sementara itu, 473 UMK memperoleh dukungan perluasan akses pemasaran.

Tidak berhenti di situ, sebanyak 222 unit usaha mendapatkan bantuan sarana dan prasarana untuk meningkatkan produktivitas.

Hasilnya, 80 mitra binaan berhasil naik kelas dalam pengembangan usahanya.

Angka tersebut menunjukkan bagaimana program pemberdayaan diarahkan tidak hanya untuk membantu pelaku usaha bertahan, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka bersaing dan memperluas pasar.

Dengan pendekatan ini, masyarakat di sekitar wilayah pertambangan diharapkan tidak semata-mata bergantung pada aktivitas perusahaan tambang, melainkan mampu membangun sumber pendapatan yang lebih mandiri.

MIND ID juga menempatkan pendidikan sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Sepanjang 2025, sebanyak 5.322 orang menerima manfaat program beasiswa dari Grup MIND ID.

Di saat bersamaan, 13.388 siswa memperoleh pendampingan belajar, sedangkan 408 guru mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Perusahaan juga memberikan pelatihan keterampilan kepada 1.944 orang serta mendukung pengembangan 389 unit sarana pendidikan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah, sehingga masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan potensi ekonomi di wilayahnya.

Sebab, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan sumber daya alam. Kualitas manusia yang mampu mengelolanya juga menjadi faktor penentu.

Perhatian Grup MIND ID terhadap masyarakat juga menyentuh kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan sehari-hari.

Sepanjang 2025, perusahaan mendukung peningkatan 683 unit sarana dan prasarana sosial serta keagamaan.

Akses air bersih disediakan di 78 titik, sementara bantuan tanggap darurat bencana disalurkan di 65 titik.

Untuk membantu pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, Grup MIND ID menyalurkan 63.568 paket sembako.

Di bidang kesehatan, sebanyak 24.141 orang menerima manfaat layanan kesehatan, disertai peningkatan 54 unit fasilitas kesehatan.

Bahkan, persoalan hunian juga menjadi perhatian. Sebanyak 49 rumah tidak layak huni mendapatkan bantuan perbaikan sepanjang tahun tersebut.

Berbagai program itu memperlihatkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan peningkatan pendapatan, tetapi juga menyangkut kualitas hidup, akses pelayanan dasar, dan lingkungan sosial yang lebih baik.

Dany menjelaskan, pelaksanaan program pemberdayaan oleh seluruh anggota Grup MIND ID dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, potensi ekonomi wilayah, serta kearifan lokal.

Artinya, program yang dijalankan tidak menggunakan pendekatan seragam untuk seluruh daerah, melainkan disesuaikan dengan karakteristik sosial, budaya, dan peluang ekonomi masing-masing wilayah.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan manfaat jangka panjang sekaligus memperkuat hubungan antara kegiatan industri pertambangan dan pembangunan ekonomi masyarakat.

Komitmen MIND ID juga sejalan dengan amanat Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Selain itu, program pemberdayaan masyarakat Grup MIND ID mendukung arah kebijakan pemerintah sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Bagi MIND ID, mandat tersebut menjadi pengingat bahwa industri pertambangan nasional memiliki tanggung jawab lebih luas daripada sekadar menghasilkan komoditas dan keuntungan ekonomi.

“Bagi MIND ID, pengelolaan dan pengolahan mineral bukan sekadar menciptakan nilai ekonomi, melainkan juga menghadirkan manfaat yang inklusif melalui keterlibatan masyarakat di daerah. Kami ingin kekayaan alam Indonesia turut menjadi penggerak kemajuan ekonomi dan membangun kehidupan yang lebih sejahtera dan berkeadilan di seluruh pelosok negeri,” pungkas Dany.

Penghargaan Mandaya Award 2026 pun menjadi momentum bagi Grup MIND ID untuk terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat.

Di tengah dorongan besar pemerintah mempercepat hilirisasi mineral dan meningkatkan nilai tambah pertambangan nasional, ada pesan penting yang mengemuka: keberhasilan mengelola kekayaan alam semestinya tidak hanya tercermin dalam neraca perusahaan, tetapi juga dalam meningkatnya kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Sebab, kekayaan tambang pada akhirnya harus mampu menghadirkan kemakmuran bagi rakyat Indonesia.