Abu Dhabi, ruangenergi.com- PT Medco E&P Indonesia (Medco E&P), anak usaha MedcoEnergi, memaparkan pertumbuhan MedcoEnergi secara keseluruhan kepada pelaku industri dan investor energi global di Paviliun Indonesia yang diinisiasi SKK Migas pada ADIPEC 2026 di Abu Dhabi. Partisipasi ini sekaligus mendukung SKK Migas dalam mempromosikan potensi hulu migas Indonesia.
Di dalam negeri, Medco E&P merupakan salah satu KKKS yang berperan penting dalam menjaga produksi migas nasional, dengan wilayah kerja dari Sumatra, Natuna, Kalimantan, hingga Sulawesi, serta kontribusi utama pada pasokan gas untuk industri dan kelistrikan. Selama 46 tahun, MedcoEnergi tumbuh dari basis yang kuat di Indonesia ke Asia Tenggara dan Timur Tengah. Pada semester pertama 2026, produksi minyak dan gas MedcoEnergi mencapai 170 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), sejalan dengan panduan tahunan, dengan pendapatan AS$1.415 juta, EBITDA AS$805 juta, dan laba bersih AS$275 juta, didukung proyek strategis di South Natuna Sea Block B, Senoro Fase 2, Bualuang di Thailand, dan Blok 60 di Oman. Sejak September 2026, MedcoEnergi juga mengoperasikan PSC Cendramas di lepas pantai Malaysia.

“Pertumbuhan kami berakar di Indonesia. Bersama SKK Migas dan Pemerintah, kami berkomitmen menjaga produksi, menambah cadangan, dan mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Dwi Hudya Febrianto, General Manager Karim Small Fields Oman MedcoEnergi.
Di Timur Tengah, Oman menjadi pilar pertumbuhan MedcoEnergi. Selama dua dekade, MedcoEnergi mengoperasikan Karim Small Fields dengan rekam jejak pengeboran dan eksplorasi yang konsisten serta talenta lokal sebagai inti operasinya. Portofolio non-operasi juga berkembang: ekspansi Bisat-C dan lapangan ABBN di Blok 60 menambah produksi, penemuan minyak di sumur Malih South di Blok 48 memasuki tahap appraisal, dan kegiatan di Blok 56 berlanjut menuju tahap pengembangan berikutnya.
“Selama 46 tahun MedcoEnergi tumbuh di Indonesia, dan kepercayaan Pemerintah Indonesia menjadi fondasi yang memungkinkan kami berkembang di dalam dan luar negeri. Kami akan terus menjaga produksi, menambah cadangan, dan mendukung ketahanan energi nasional,” tutup Dwi Hudya.

