Panas Bumi

API Sambut Baik Rencana Pemerintah Gabungkan Tiga BUMN Panas Bumi

Jakarta, Ruangenergi.comAsosiasi Panas Bumi Indonesia (API) menilai bahwa rencana pembentukan holding BUMN Panas Bumi merupakan inisiatif pemerintah untuk menyatukan tiga perusahaan pelat merah yang berfokus bermain di sektor Geothermal.

Adapun yang bergerak disektor pengembangan Panas Bumi yakni PT Pertamina Geothermal Energy (PGE); PT Geo Dipa Energi (Persero); dan PT PLN Gas & Geothermal (PLN G&G).

Ketua API Asosiasi Panas Bumi Indonesia

Ketua API, Prijandaru Effendi, mengatakan pihaknya menyambut baik rencana pemerintah tersebut, tujuannya yakni untuk membuat perusahaan lebih efisien dalam mengembangkan bisnisnya.

“Asosiasi mendukung dan menyambut positif insiatiatif langkah pemerintah untuk menyatukan PGE, Geodipa dan PLN G&G. Tujuannya untuk membuat langkah perusahaan lebih efisien untuk berekspansi dengan mengoptimalkan keterbatasan sumberdaya manusia dan modal investasi yang besar,” jelas Prijandaru saat dihubungi¬†Ruangenergi.com, (22/02).

Menurutnya, ketiga perusahaan ini tidak akan berkompetisi lagi dalam mengembangkan bisnisnya, melainkan bersatu untuk berkompetisi dengan swasta.

“Kita tentu saja berharap pengembangan panas bumi untuk memanfaatkan sumberdaya yang sangat melimpah ini dapat terealisasi secara maksimal untuk mendukung program pemerintah didalam ketahanan dan kemandirian energi nasional (KEN),” terangnya.

Meski demikian, lanjutnya, swasta tetap harus dilibatkan didalam pengembangan Panas Bumi karena biaya yang dibutuhkan sangat besar dan resiko tinggi.

“Bukan kecewa tapi juga untuk optimalisasi pengembangan Panas Bumi. Nggak mungkin semuanya diberikan ke BUMN,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, investasi pengembangan panas Bumi sangat besar, Prijandaru mengatakan, pengembangan 1 Megawatt (MW) saja membutuhkan setidaknya sebesar US$ 5 juta.

“1 MW butuh sekitar US$ 5 juta. Menurut KEN, kita short of 5.000 MW. Jadinya biaya yang kita butuhkan sekitar 25 milyar dollar,” bebernya.

Dengan investasi sebesar itu untuk 1 MW-nya, tentunya tidak mungkin semuanya akan diserahkan kepada BUMN. Melainkan butuh campur tangan dari pihak swasta terkait pengembangan panas Bumi di dalam negeri.

BACA JUGA  Geo Dipa Energi dan PGE Layak Memimpin Holding Panas Bumi, Apa alasanya?.

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan, pihak berencana akan menggabungkan BUMN yang menggarap Panas Bumi.

Saat dihubungi, Wakil Menteri BUMN, Pahala Mansury mengatakan, pembentukan holding BUMN panas bumi tersebut nantinya akan diisi oleh BUMN-BUMN yang menggarap Panas Bumi.

“Rencananya holding tersebut akan diisi oleh tiga perusahaan plat merah yang selama ini menggarap bidang pengembangan dan pengoperasian panas bumi. Ketiganya adalah GGE, Geo Dipa, dan PLN Geothermal,” ungkap Pahala kepada Ruangernergi.com, (22/02).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *