Denpasar, Bali, ruangenergi.com-Bali kembali mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata kelas dunia. Di balik gemerlap pariwisata Pulau Dewata, ada satu faktor penting yang tak boleh luput dari perhatian: pasokan energi yang andal.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menegaskan pentingnya menjaga ketahanan energi Bali, terutama di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan dan tantangan pasokan minyak global.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Oki menyampaikan bahwa Bali dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia 2026 versi TripAdvisor Travelers’ Choice Awards. Pencapaian ini menjadi peringkat tertinggi Bali sepanjang sejarah pemeringkatan TripAdvisor.
Bali berhasil mengungguli sejumlah kota wisata ternama dunia, seperti London, Dubai, Paris, dan Roma.
“Bali kembali bikin bangga!” tulis Oki dalam unggahannya.
Prestasi tersebut sejalan dengan lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara. Sepanjang 2025, lebih dari 7 juta wisatawan asing berkunjung ke Bali, menjadi angka tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Januari hingga Agustus 2026 mencapai 10,58 juta orang, meningkat lebih dari 5 persen.
Menurut Oki, di balik setiap pesawat yang mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, hotel yang beroperasi, restoran yang melayani pengunjung, hingga kendaraan yang melintas di jalanan Bali, terdapat kebutuhan energi yang harus dipenuhi secara berkelanjutan.
Karena itu, keandalan pasokan bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan aktivitas ekonomi dan pariwisata Bali.
Tantangannya, Bali merupakan wilayah kepulauan yang seluruh pasokan BBM-nya didatangkan melalui jalur laut.
Kondisi tersebut membuat terminal BBM memiliki peran strategis. Kapasitas tangki penyimpanan, kecepatan bongkar muat kapal, hingga keandalan distribusi menjadi faktor penting untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat dan sektor pariwisata tetap terpenuhi.
“Bagi pulau, terminal BBM adalah infrastruktur vital,” ungkap Oki.
Oki juga menyoroti tantangan pasokan minyak dunia yang dipengaruhi ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah dan Ukraina.
Dalam unggahannya, ia menyebut proyeksi International Energy Agency (IEA) yang memperkirakan pasokan minyak global pada 2026 turun 5,8 juta barel per hari menjadi 100,7 juta barel per hari.
Sekitar 9 persen kapasitas kilang minyak dunia juga disebut mengalami gangguan.
Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa ketahanan energi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sumber daya, tetapi juga kesiapan infrastruktur penyimpanan dan distribusi.
Di tengah kondisi tersebut, Pertamina terus memperkuat upaya menjaga keandalan pasokan energi di berbagai wilayah, termasuk Bali yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap distribusi BBM melalui laut.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Oki mengunjungi Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, pada Selasa, 27 Oktober 2026, setelah mengikuti rangkaian pertemuan ASCOPE.
Kunjungan itu menjadi momentum untuk menegaskan komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi bagi Bali, yang menjadi salah satu destinasi wisata favorit dunia.
Bagi Pertamina, keandalan pasokan energi di Bali bukan sekadar urusan distribusi BBM. Lebih dari itu, energi yang tersedia secara aman dan berkelanjutan menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, serta keberlangsungan industri pariwisata.
Dengan semakin tingginya daya tarik Bali di mata wisatawan dunia, kesiapan infrastruktur energi menjadi semakin penting.
Sebab, ketika jutaan wisatawan datang menikmati keindahan Pulau Dewata, pasokan energi yang andal harus tetap tersedia untuk memastikan seluruh aktivitas berjalan lancar.
Energi aman, Bali nyaman, pariwisata terus melaju.


