Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Transformasi industri mineral nasional mulai memperlihatkan dampak nyata bagi perekonomian Indonesia. Investasi strategis dan pengembangan hilirisasi yang terintegrasi mendorong sektor pertambangan naik kelas, dari sekadar penghasil komoditas menjadi penggerak industrialisasi nasional.
Di tengah upaya memperkuat kemandirian ekonomi, hilirisasi menjadi salah satu kunci untuk memastikan kekayaan mineral Indonesia tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga menghasilkan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan penerimaan negara.
Komitmen tersebut sejalan dengan amanat Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945, yang menegaskan bahwa kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Ketua Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa investasi kini menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional telah meningkat hingga mendekati 38%-39%, jauh lebih tinggi dibandingkan kisaran 28%-32% pada periode sebelumnya. Dalam satu dekade terakhir, total realisasi investasi yang masuk ke Indonesia bahkan mencapai sekitar Rp9.100 triliun.
Rosan menegaskan, hilirisasi merupakan mesin transformasi ekonomi karena mampu membangun rantai industri yang utuh di dalam negeri. Dengan demikian, nilai tambah, investasi, dan aktivitas ekonomi dapat semakin banyak dinikmati Indonesia.
Sebagai holding industri pertambangan, MIND ID terus mengarahkan investasi pada pembangunan ekosistem mineral yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Sejumlah proyek strategis tengah dikembangkan, mulai dari ekosistem bauksit-alumina-aluminium di Kalimantan Barat, pemurnian dan pengolahan logam mulia di Gresik, hingga pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik berbasis nikel di Maluku dan Jawa Barat.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi MIND ID untuk memastikan kekayaan mineral Indonesia tidak berhenti sebagai komoditas tambang, tetapi berkembang menjadi sumber penerimaan negara, penggerak industrialisasi, dan fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Atas konsistensinya dalam membangun investasi strategis yang memperkuat hilirisasi dan industrialisasi nasional, MIND ID meraih penghargaan Excellence in Strategic Mining Investment dalam ajang Investor Daily Summit 2026.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya perusahaan dalam mendorong investasi sektor pertambangan yang tidak hanya memperkuat kinerja korporasi, tetapi juga menciptakan nilai tambah, memperluas basis industri nasional, dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia.
Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, mengatakan penghargaan tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mengarahkan investasi ke sektor-sektor strategis yang mampu menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi Indonesia.
“Investasi yang kami lakukan tidak hanya berorientasi pada pengembangan aset, tetapi juga untuk membuka babak baru sektor pertambangan Indonesia melalui penguatan rantai nilai mineral. Dengan demikian, lebih banyak nilai tambah, aktivitas ekonomi, dan manfaat yang dapat tercipta bagi negara dan masyarakat,” ujar Dany.
Salah satu gambaran nyata dampak investasi hilirisasi terlihat dari pengembangan ekosistem bauksit.
Bauksit yang sebelumnya bernilai sekitar US$40 per ton dapat meningkat menjadi sekitar US$350 per ton setelah diolah menjadi alumina. Nilainya bahkan dapat mencapai sekitar US$3.200 per ton ketika berkembang menjadi aluminium.
Lonjakan nilai tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi yang dapat diciptakan melalui pengolahan mineral di dalam negeri.
Di balik peningkatan nilai komoditas, terdapat peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi baru, perluasan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan potensi penerimaan negara.
Transformasi serupa juga berlangsung pada komoditas nikel. Mineral yang sebelumnya lebih banyak diekspor sebagai bahan mentah kini menjadi fondasi pengembangan industri feronikel, material baterai, hingga ekosistem kendaraan listrik.
Pengembangan rantai industri tersebut menempatkan mineral Indonesia sebagai bagian penting dari industri masa depan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Dany menegaskan, investasi sektor pertambangan yang dijalankan MIND ID akan terus berlanjut dan diharapkan semakin memberikan manfaat bagi kedaulatan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
“Investasi strategis di sektor mineral bukan hanya tentang membangun fasilitas baru. Yang lebih penting adalah bagaimana investasi tersebut memperkuat industri nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, memperbesar penerimaan negara, dan menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Pada akhirnya, itulah fondasi yang akan memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia,” pungkas Dany.
Dengan penguatan hilirisasi yang terintegrasi, sektor pertambangan diharapkan semakin berperan sebagai fondasi industrialisasi nasional. Tantangannya kini bukan hanya meningkatkan produksi mineral, tetapi memastikan manfaat ekonomi dari kekayaan alam Indonesia semakin besar dirasakan oleh negara dan masyarakat.


