Jakarta, ruangenergi.com – Membaca buku tidak selalu harus berhenti pada halaman yang dibaca. Ada cerita, pengalaman, dan sudut pandang yang bisa dibagikan kepada orang lain. Hal inilah yang dihadirkan melalui Battle Series, kompetisi resensi buku di lingkungan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan yang menjadi ruang bagi pegawai untuk berbagi cerita sekaligus memperluas perspektif melalui buku yang mereka baca.
Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Wanhar, mengapresiasi pelaksanaan Battle Series yang diselenggarakan secara rutin oleh Perpustakaan Ditjen Ketenagalistrikan. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan kesempatan bagi pegawai untuk mendapatkan pengetahuan dari buku, termasuk bagi mereka yang belum sempat membaca secara langsung.
“Bagi saya kegiatan seperti ini adalah sangat positif, apalagi dikemas dengan kita berkumpul juga dikombinasi dengan melalui Zoom untuk yang tidak sempat hadir, sangat positif dan sangat bermanfaat,” ujar Wanhar saat membuka Battle Series di Ruang Mini Perpustakaan Ditjen Gatrik, Kamis (20/08/2026).
Ia juga menilai kegiatan berbagi buku dapat membantu mendorong minat baca di lingkungan Ditjen Ketenagalistrikan. Di tengah perkembangan teknologi, membaca tetap penting untuk memahami sesuatu secara lebih utuh.
“Walaupun sekarang teknologi membuat kita jadi malas membaca, menurut saya membaca itu yang paling terbaik,” tuturnya.
Dalam Battle Series 2026, tiga pegawai Ditjen Ketenagalistrikan mengulas buku dengan tema yang berbeda. Milleniartha Moslem mengulas The Mountain Is You, Ilhamid Daris membawakan Man’s Search for Meaning, sedangkan Bayu Laksono mengulas Untuk Kamu yang Lelah dan Hampir Menyerah.
Milleniartha melalui buku “The Mountain Is You” mengajak peserta melihat bahwa tantangan tidak selalu berasal dari luar diri, tetapi juga dapat muncul dari dalam diri sendiri. Buku tersebut membahas self-sabotage, pola kebiasaan yang tanpa disadari dapat menghambat perubahan, serta pentingnya memahami emosi dalam proses tersebut.
“Kadang kita harus melakukan dulu, baru mengerti perasaannya. Ubah hidup lewat microshift, jadi kita berubah dari hal-hal kecil,” ujar Milleniartha.
Sementara itu, Ilhamid Daris membawa peserta pada kisah dalam “Man’s Search for Meaning”. Buku tersebut mengisahkan pengalaman penulis sebagai tahanan di kamp konsentrasi Nazi dan pencariannya terhadap makna hidup di tengah penderitaan.
Berbeda dengan dua buku sebelumnya, Bayu Laksono menceritakan kembali isi buku “Untuk Kamu yang Lelah dan Hampir Menyerah” yang berbicara tentang rasa lelah, penerimaan diri, dan motivasi untuk kembali melangkah. Bayu mengingatkan bahwa merasa lelah bukan berarti menyerah. Ada kalanya seseorang perlu beristirahat, menerima apa yang sedang dirasakan, kemudian kembali melanjutkan perjalanan.
“Di setiap kegelapan pasti ada cahaya,” ujar Bayu.
Setelah melalui rangkaian pemaparan dan diskusi, Milleniartha Moslem dinobatkan sebagai pemenang Battle Series 2026. Melalui kegiatan ini, buku tidak hanya menjadi sesuatu yang dibaca sendiri, tetapi juga menjadi bahan untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan melihat berbagai hal dari sudut pandang yang berbeda. Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya membaca dan belajar di lingkungan Ditjen Ketenagalistrikan.

