Bukan Sekadar Kedalaman Sumur, Rig PDSI#31.3 Buktikan Keandalan Tanpa Insiden

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Indramayu, Jabar, ruangenergi.com-Komitmen keselamatan kerja menjadi kunci keberhasilan operasi pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling). Di Sumur Eksplorasi NEAC-001, Rig PDSI#31.3 berhasil mencatatkan 39.144 jam kerja selamat tanpa insiden.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Komisaris Utama Pertamina Drilling Gema Iriandus Pahalawan saat melakukan Management Walkthrough (MWT) bersama Komisaris Derry Drajat dan VP Corporate Secretary Pertamina Drilling Himawan Djatmiko di Rig PDSI#31.3, Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (26/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, jajaran manajemen meninjau langsung aktivitas pengeboran sekaligus memastikan penerapan aspek keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan (HSSE) berjalan optimal.

Rig PDSI#31.3 mulai mengebor Sumur Eksplorasi NEAC-001 pada 2 Oktober 2026. Hingga saat ini, kedalaman pengeboran telah mencapai 2.612 meter dari target 2.841 meter.

Selain mencatatkan 39.144 jam kerja selamat di sumur tersebut, rig ini juga mempertahankan kinerja zero incident atau nihil insiden dan zero non-productive time (NPT), yang berarti tidak ada waktu operasi yang hilang akibat kendala yang menghambat kegiatan pengeboran.

Capaian ini menjadi bukti pentingnya disiplin keselamatan dalam menjaga keandalan operasi. Terlebih, sebanyak 150 personel atau person on board (POB) terlibat dalam kegiatan pengeboran di lokasi tersebut.

Dengan jumlah personel yang cukup besar, koordinasi, komunikasi, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh aktivitas berjalan aman.

Rig Superintendent PDSI#31.3 Aditya Eranto mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh personel yang senantiasa mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas.

“Keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pengeboran. Capaian 39.144 jam kerja selamat tanpa insiden ini merupakan hasil kedisiplinan, kepedulian, dan komitmen seluruh personel untuk menjalankan pekerjaan sesuai prosedur. Kami juga terus menjaga keandalan operasi agar target kedalaman sumur dapat tercapai dengan aman dan efisien,” ujar Aditya.

Menurut dia, pengawasan berkelanjutan, komunikasi antarpersonel, serta konsistensi menjalankan prosedur keselamatan menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja operasi.

Aditya juga mengingatkan seluruh pekerja untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya, meskipun kegiatan pengeboran berjalan sesuai rencana.

Manajemen turun langsung, perkuat budaya keselamatan

Melalui kegiatan MWT, Pertamina Drilling menegaskan pentingnya kehadiran manajemen di lapangan untuk memperkuat budaya keselamatan, mendengarkan masukan pekerja, serta memastikan standar operasional diterapkan secara konsisten.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memastikan bahwa pencapaian target produksi dan keandalan operasi harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap seluruh pekerja.

Bagi Pertamina Drilling, keberhasilan operasi pengeboran tidak hanya diukur dari kedalaman sumur yang berhasil dicapai, tetapi juga dari kemampuan menjaga keselamatan personel dan meminimalkan waktu operasi yang hilang.

Kinerja Rig PDSI#31.3 di Sumur Eksplorasi NEAC-001 diharapkan dapat terus dipertahankan hingga seluruh rangkaian pengeboran selesai.

Dengan target kedalaman 2.841 meter, operasi ini masih membutuhkan konsistensi penerapan standar keselamatan dan keandalan teknis agar dapat diselesaikan secara aman dan efisien.

Pencapaian nihil insiden dan zero NPT menjadi bagian dari upaya Pertamina Drilling menghadirkan layanan pengeboran yang selamat, andal, serta mendukung keberlanjutan kegiatan hulu minyak dan gas bumi Indonesia.