Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memperkuat fondasi bisnis gas bumi melalui serangkaian kontrak pasokan jangka panjang yang diteken pada 28 Oktober 2026. Kontrak tersebut mencakup LNG dari North Hub, South Hub, hingga Lapangan Gas Abadi Masela, serta pasokan gas bumi dari Wilayah Kerja Sakakemang.
Total estimasi nilai transaksi dari empat kontrak tersebut mencapai sekitar US$10,6 miliar atau setara Rp170 triliun, dengan asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS.
Corporate Secretary PGAS Fajriyah Usman menyatakan, perolehan kontrak baru ini berpotensi memperkuat portofolio pasokan gas jangka panjang perseroan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gas bumi untuk kegiatan niaga yang bersumber dari LNG.
“Perolehan kontrak baru itu berpotensi menambah portofolio pasokan gas jangka panjang Perseroan dan mendukung pemenuhan kebutuhan gas bumi untuk kegiatan niaga gas yang bersumber dari LNG,” kata Fajriyah, Kamis (29/10/2026).
Salah satu kontrak yang diperoleh PGN adalah perjanjian penjualan LNG North Hub dengan estimasi nilai transaksi US$1,54 miliar.
Kontrak ini melibatkan sejumlah penjual, termasuk PT Pertamina (Persero), Searah North Ganal Limited, Searah North Ganal B.V., Eni North Ganal B.V., serta sejumlah perusahaan yang terkait dengan pengembangan wilayah North Ganal dan Rapak.
Berdasarkan perjanjian tersebut, pengiriman LNG North Hub kepada PGN dijadwalkan berlangsung pada periode 2029 hingga 2037. Kontrak ini juga memiliki opsi perpanjangan hingga 31 Desember 2038.
Selain North Hub, PGN memperoleh kontrak penjualan LNG South Hub dengan estimasi nilai transaksi US$996,46 juta. Pengiriman LNG dari South Hub kepada PGN ditargetkan berlangsung mulai 1 Januari 2027 hingga 31 Desember 2032.
Kedua kontrak tersebut menjadi bagian dari strategi PGN untuk memperkuat ketersediaan pasokan gas dalam jangka panjang, terutama melalui pemanfaatan LNG sebagai sumber energi bagi kegiatan niaga gas bumi.
Gas Sakakemang dan LNG Masela masuk portofolio
PGN juga meneken kontrak pasokan gas bumi dengan Medco E&P Sakakemang B.V. sebagai penjual gas dari Wilayah Kerja Sakakemang.
Perjanjian dengan estimasi nilai transaksi US$725,55 juta itu memiliki periode penyaluran gas mulai 1 September 2027 hingga 31 Desember 2037.
Sementara itu, kontrak terbesar dalam rangkaian perolehan tersebut berasal dari LNG Lapangan Gas Abadi Masela.
PGN memperoleh kontrak penjualan LNG dengan INPEX Masela Ltd., PT Pertamina Hulu Energi Masela, dan Searah Masela Sdn. Bhd. sebagai pihak penjual. Estimasi nilai transaksi kontrak ini mencapai US$7,34 miliar.
Nilai tersebut menjadi porsi terbesar dari keseluruhan kontrak baru yang diperoleh PGN, sekaligus menempatkan LNG Masela sebagai salah satu komponen penting dalam penguatan portofolio pasokan gas jangka panjang perseroan.
Rangkaian kontrak baru ini memperlihatkan upaya PGN membangun kesinambungan pasokan gas melalui kombinasi LNG dan gas bumi dari berbagai wilayah kerja.
Dengan periode pengiriman dan penyaluran yang membentang dari 2027 hingga 2037, serta opsi perpanjangan untuk LNG North Hub, kontrak-kontrak tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian pasokan bagi kegiatan niaga gas perseroan dalam jangka panjang.
Di tengah kebutuhan gas bumi yang terus berkembang, ketersediaan pasokan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kelangsungan layanan kepada pelanggan, termasuk sektor industri dan pembangkit listrik.
Melalui kontrak-kontrak tersebut, PGN memperkuat posisinya sebagai bagian dari rantai pasok gas nasional, sekaligus membuka ruang bagi pemanfaatan sumber gas domestik dan LNG untuk mendukung kebutuhan energi Indonesia.


