Diplomasi Energi Oki Muraza di Aljazair: Perkuat Hulu Migas, Amankan Rantai Pasok Energi

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Aljazair, ruangenergi.com — PT Pertamina (Persero) terus memperkuat kemitraan strategis dengan perusahaan energi nasional Aljazair, Sonatrach. Kerja sama yang telah berlangsung lebih dari dua dekade itu menjadi modal penting untuk memperluas kolaborasi di sektor hulu migas, perdagangan minyak mentah, hingga pasokan liquefied petroleum gas (LPG) bagi Indonesia.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, mengungkapkan perkembangan kemitraan tersebut melalui unggahan di halaman Instagram pribadinya. Oki menceritakan kunjungannya ke Algiers, Aljazair, pekan lalu, untuk bertemu dengan Chairman sekaligus CEO Sonatrach, Nour Eddine Daoudi.

Menurut Oki, hubungan Pertamina dan Sonatrach bukan sekadar kerja sama bisnis biasa. Kemitraan yang telah terbangun selama lebih dari 20 tahun itu mencakup berbagai mata rantai industri energi dan perlu terus diperdalam untuk menjawab kebutuhan energi kedua negara.

“Perjalanan panjang ini melahirkan kemitraan yang telah terjalin di seluruh rantai nilai. Tugas kita kini adalah memperdalam kerja sama ini,” tulis Oki dalam unggahannya.

Oki bercerita, salah satu wujud konkret kemitraan Pertamina dan Sonatrach berada di Lapangan Menzel Lejmat Nord (MLN), Blok 405a, Aljazair.

Di lapangan tersebut, Pertamina bertindak sebagai operator bersama Sonatrach dan Repsol melalui skema kontrak bagi hasil jangka panjang.

Oki menjelaskan, pengelolaan operasi bersama membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Para mitra harus membangun mekanisme pengambilan keputusan bersama, pelaporan yang transparan, serta keselarasan kepentingan dalam jangka panjang.

Kerja sama itu juga mencakup aktivitas lifting atau pengangkatan dan pengiriman bagian produksi Pertamina melalui pelabuhan-pelabuhan Aljazair.

Bagi Pertamina, kemitraan di sektor hulu tersebut memiliki arti strategis karena menghubungkan kegiatan produksi migas di luar negeri dengan rantai pasok energi perusahaan.

Kolaborasi kedua perusahaan tidak berhenti di lapangan migas. Pertamina dan Sonatrach juga menjalin kerja sama perdagangan minyak mentah Saharan Blend, kondensat, serta LPG.

Ketiga komoditas tersebut memiliki peran penting dalam rantai pasok energi. Minyak mentah dan kondensat menjadi bagian dari kebutuhan bahan baku pengolahan, sementara LPG merupakan salah satu sumber energi yang digunakan rumah tangga Indonesia.

Diversifikasi sumber pasokan melalui kemitraan internasional menjadi salah satu langkah yang dapat mendukung ketahanan energi nasional. Namun, manfaat akhirnya tetap bergantung pada kepastian volume pasokan, keekonomian transaksi, serta kelancaran pengiriman.

Karena itu, penguatan hubungan dengan Sonatrach berpotensi membuka ruang bagi Pertamina untuk mengoptimalkan sinergi antara bisnis hulu migas dan perdagangan energi.

Memperdalam Kemitraan untuk Ketahanan Energi

Oki menyampaikan apresiasi kepada Nour Eddine Daoudi dan jajaran pimpinan Sonatrach atas sambutan serta komitmen mereka dalam menjaga hubungan kedua perusahaan.

Ia menegaskan bahwa kerja sama hulu migas, perdagangan energi, dan LPG merupakan tiga jalur kolaborasi yang saling melengkapi.

“Hulu, perdagangan, dan LPG: tiga aliran, satu kemitraan, dengan satu tujuan bersama, yaitu ketahanan energi bagi kedua bangsa,” tulis Oki.

Bagi Indonesia, hubungan energi dengan Aljazair memperlihatkan pentingnya diplomasi korporasi dalam membangun jaringan pasokan internasional. Di tengah kebutuhan menjaga ketersediaan energi sekaligus memperkuat keandalan rantai pasok, kemitraan jangka panjang dapat menjadi aset strategis.

Tantangan berikutnya adalah memastikan hubungan yang telah terjalin selama lebih dari dua dekade itu menghasilkan manfaat yang semakin nyata, baik dalam pengembangan produksi migas, efisiensi perdagangan, maupun keberlanjutan pasokan energi bagi masyarakat Indonesia.