Djoko Siswanto Optimistis: 1.372 Sumur PHR Bisa Dongkrak Produksi Minyak

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kabar menggembirakan datang dari sektor hulu minyak dan gas bumi. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan adanya potensi tambahan produksi minyak dari pengembangan ribuan sumur yang akan dikerjakan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Djoko menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan dan pekerja PHR yang tetap bekerja meski memasuki hari libur.

“Alhamdulillah, salut. Apresiasi kepada seluruh pegawai dan pimpinan PHR, hari libur pun masih bekerja,” ujar Djoko dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).

Menurut Djoko, proses persetujuan untuk langkah selanjutnya akan segera dikebut. Ia meminta jajaran terkait melakukan proses persetujuan kepada Menteri ESDM secara paralel pada pekan depan.

“Pak Dirjen, Pak Surya dan Pak Ariana, minggu depan paralel kita proses persetujuan ke Pak Menteri,” katanya.

Djoko juga meminta agar perkembangan tersebut segera diinformasikan kepada BKU dan PHR. Pasalnya, PHR diharapkan sudah siap menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada pekan depan.

Yang menarik, Djoko menyebut terdapat potensi pengembangan 1.372 sumur, yang terdiri dari 1.335 sumur ditambah 37 sumur.

“Mayaan nih 1.335 plus 37 sumur,” ungkapnya.

Jika setiap sumur mampu menghasilkan hanya 1 barel minyak per hari, menurut Djoko, tambahan produksi yang diperoleh sudah mencapai sekitar 1.372 barel per hari (BOPD).

Namun, potensi tersebut bisa jauh lebih besar apabila produktivitas setiap sumur meningkat.

“Jika satu sumur bisa 1 BOPD maka dapat nih 1.372 BOPD, jika 3 barel dapat nih 4.000 BOPD,” ujarnya.

Bahkan, dengan penggunaan pompa listrik, Djoko optimistis potensi produksinya bisa melonjak hingga sekitar 12.000 BOPD.

“Jika pakai pompa listrik dapat nih 12.000 BOPD. Paten, kali kan,” kata Djoko penuh optimisme.

Pernyataan tersebut menunjukkan besarnya perhatian SKK Migas terhadap upaya meningkatkan produksi minyak nasional melalui optimalisasi sumur-sumur yang ada.

Bagi industri hulu migas, setiap tambahan produksi menjadi sangat berarti di tengah tantangan mempertahankan sekaligus meningkatkan produksi minyak nasional. Optimalisasi sumur, percepatan pengembangan, hingga pemanfaatan teknologi pengangkatan buatan menjadi bagian penting dalam mengejar target tersebut.

Di akhir pesannya, Djoko mengajak seluruh insan hulu migas untuk bersama-sama mendoakan agar rencana tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan hasil sesuai harapan.

“Kita ajak semua insan hulu migas berdoa. Insya Allah Tuhan kabulkan. Aamiin YRA,” tuturnya, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com

Jika target tersebut terealisasi, tambahan produksi hingga belasan ribu barel per hari tentu menjadi kabar positif bagi upaya memperkuat produksi minyak nasional sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor minyak.