Eni Temukan “Raksasa Baru” di Laut Kalimantan, Potensi 5 Tcf Gas Siap Guncang Pasar Energi

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

San Donato Milanese, Italy, ruangenergi.com— Perusahaan energi global Eni kembali mencatatkan terobosan besar di Indonesia. Lewat sumur eksplorasi Geliga-1 di Blok Ganal, perusahaan asal Italia itu mengumumkan penemuan gas raksasa baru di Cekungan Kutei, lepas pantai Kalimantan Timur.

Dikutip dari website ENI, disebutkan penemuan ini bukan sekadar tambahan cadangan biasa. Data awal menunjukkan potensi mencapai 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas dan sekitar 300 juta barel kondensat—angka yang langsung menempatkan Geliga sebagai salah satu discovery paling signifikan di kawasan dalam beberapa tahun ini.

Sumur Geliga-1 dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter di laut dalam dengan kedalaman air mencapai 2.000 meter. Hasilnya: kolom gas besar pada formasi Miosen dengan kualitas reservoir yang dinilai sangat baik.

Temuan ini memperkuat reputasi Cekungan Kutei sebagai “ladang emas” gas Indonesia. Sebelumnya, Eni juga sukses menemukan ladang besar seperti Geng North (2023) dan Konta-1 (2025), yang lokasinya berdekatan dengan Geliga.

Rangkaian keberhasilan ini menegaskan satu hal: potensi gas di wilayah ini bukan hanya besar, tapi juga scalable—bisa dikembangkan dalam skala masif.

Yang menarik, Geliga tidak berdiri sendiri. Lokasinya berdekatan dengan temuan Gula (sekitar 2 Tcf gas). Jika dikembangkan bersama, kombinasi keduanya diperkirakan mampu menghasilkan tambahan hingga:

  • 1 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD)
  • 80.000 barel kondensat per hari

Ini membuka peluang pembentukan hub produksi ketiga di Kutei Basin—mengikuti konsep North Hub yang saat ini tengah dikembangkan.

Infrastruktur Sudah Siap, Tinggal Gasnya

Strategi Eni terbilang cerdas: memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada. Proyek North Hub, misalnya, akan menggunakan FPSO baru dengan kapasitas 1 BSCFD gas serta dukungan fasilitas Bontang LNG Plant.

Dengan kedekatan lokasi Geliga terhadap fasilitas tersebut, pengembangan bisa dipercepat—time to market lebih singkat dan biaya lebih efisien.

Tak hanya itu, studi juga tengah dilakukan untuk meningkatkan kapasitas kilang LNG Bontang, yang berpotensi memperpanjang umur operasional salah satu fasilitas LNG tertua di Indonesia itu.

Bagian dari Strategi Regional Besar

Blok Ganal sendiri dioperasikan oleh Eni (82%) bersama Sinopec (18%). Ke depan, aset ini akan masuk ke dalam perusahaan patungan baru bernama Searah—kolaborasi strategis antara Eni dan Petronas.

Perusahaan baru ini ditargetkan mengelola sekitar 3 miliar barel setara minyak (boe) sumber daya dan memperkuat posisi di Asia Tenggara.

Indonesia Kian Strategis di Peta Energi Dunia

Sejak hadir di Indonesia pada 2001, Eni kini memproduksi sekitar 90.000 barel setara minyak per hari, terutama dari lapangan Jangkrik dan Merakes.

Penemuan Geliga mempertegas posisi Indonesia—khususnya Kalimantan Timur—sebagai salah satu pusat pertumbuhan energi gas global. Di tengah transisi energi, gas dipandang sebagai “jembatan” menuju energi yang lebih bersih.

Dengan cadangan baru yang terus ditemukan, satu pertanyaan besar kini muncul:
Apakah Indonesia siap memanfaatkan momentum ini untuk menjadi pemain utama LNG dunia?