Garuda Indonesia Tunggu Detail Dari Boeing Pesawat Berbahan Bakar Bio Fuel

Jakarta,Ruangenergi.comPT Garuda Indonesia mengatakan masih menunggu detail dari keberadaan pesawat Boeing yang mengklaim akan meluncurkan 100 persen pesawat berbahan bakar bio fuel.

Dikutip dari Reuters,disebutkan bahwa raksasa kedirgantaraan utama Amerika Serikat (AS) Boeing mengatakan pada hari Jumat lalu bahwa perusahaan akan membuat pesawat komersial yang mampu menggunakan 100 persen biofuel pada 2030 mendatang.

Rencana tersebut merupakan bagian dari target industri Boeing untuk mengurangi setengah emisi karbon dioksida pada 2050.

Menanggapi berita itu,ketika ruangenergi.com bertanya langsung kepada Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Irfan Setiaputra,dia hanya menjawab diplomatis;

dirut garuda irfan s

” Kita tunggu detailnya.Kita lihat situasi dulu,” ujarnya singkat.

Kembali melansir berita Reuters,Boeing pada dasarnya hanya memiliki satu dekade untuk mencapai targetnya karena pesawat jet yang memasuki layanan pada tahun 2030 biasanya akan tetap beroperasi hingga tahun 2050.

Perusahaan kedirgantaraan terbesar di dunia juga harus menghadapi tugas yang tertatih-tatih oleh pandemi virus korona dan penghentian pesawat jet terlaris selama 20 bulan setelah kecelakaan fatal, yang telah membebani keuangan dan sumber daya tekniknya.

BACA JUGA  Minyak Berjangka Naik di Tengah Harapan Pengurangan Produksi

Boeing tidak memulai dari awal. Pada 2018, maskapai ini melakukan penerbangan pesawat komersial pertama di dunia yang menggunakan 100% biofuel di kapal kargo FedEx Corp. 777.

Boeing dan pesaing Eropa Airbus SE juga bekerja untuk mengurangi emisi karbon melalui pengurangan bobot dan hambatan pada pesawat baru.

Seperti sekarang, biofuel dicampur langsung dengan bahan bakar jet konvensional hingga campuran 50/50, yang merupakan jumlah maksimum yang diperbolehkan berdasarkan spesifikasi bahan bakar saat ini, kata Boeing.

Boeing pertama-tama harus menentukan perubahan apa yang harus dilakukan untuk memungkinkan penerbangan yang aman dengan bahan bakar alternatif yang berasal dari minyak nabati bekas, lemak hewani, tebu, limbah, dan sumber lainnya.

Boeing perlu bekerja dengan kelompok yang menetapkan spesifikasi bahan bakar seperti ASTM International untuk menaikkan batas pencampuran untuk memungkinkan penggunaan yang diperluas, dan kemudian meyakinkan regulator penerbangan secara global untuk mengesahkan pesawat tersebut sebagai pesawat yang aman, kata Boeing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *