Good News! Indonesia Jadi Kelasnya Ahli Bor Migas, Timor Leste Resmi Belajar di IDTC Pertamina Drilling

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Indramayu, Jawa Barat, ruangenergi.com-Indonesia kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai pusat pengembangan talenta migas di kawasan Asia Tenggara. Hal itu tercermin dari kunjungan resmi delegasi Autoridade Nacional do Petróleo (ANP) Timor Leste ke Indonesia Drilling Training Center (IDTC) milik PT Pertamina Drilling Services Indonesia di Indramayu, Jawa Barat.

Kunjungan yang dipimpin langsung Presiden ANP Timor Leste, Gualdino do Carmo da Silva, menjadi langkah nyata memperkuat kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor pengeboran minyak dan gas antara kedua negara.

Delegasi disambut jajaran manajemen Pertamina Drilling, antara lain Vice President Rig Services Operation Komedi, Vice President Non Rig Services Ryan Aditya Surya Wijaya, Manager IDTC Chair Rony, Commercial Manager RM Dhimas, serta Manager Strategic Alliances & Partnership Eka Mardayanti.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan diajak melihat langsung berbagai fasilitas pelatihan berstandar industri yang dimiliki IDTC. Mulai dari simulator pengeboran, simulator well control, rig pelatihan, hingga berbagai sarana pendukung yang dirancang untuk membentuk tenaga kerja migas yang siap menghadapi tantangan operasi di lapangan.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah disepakati Pertamina Drilling dan ANP Timor Leste. Kolaborasi tersebut meliputi penyelenggaraan pelatihan jasa pengeboran migas, program secondment, kunjungan ke lokasi pengeboran, hingga pengembangan kapasitas SDM secara berkelanjutan.

Presiden ANP Timor Leste, Gualdino do Carmo da Silva, mengaku terkesan dengan kualitas fasilitas pelatihan yang dimiliki IDTC. Menurutnya, pusat pelatihan tersebut mampu menjawab kebutuhan Timor Leste dalam menyiapkan generasi profesional migas yang kompeten.

“Inilah pusat pelatihan yang kami harapkan untuk mengirim para profesional muda ANP agar belajar lebih banyak. Harapannya, mereka dapat kembali dan mengembangkan kompetensi tenaga kerja migas di Timor Leste sekaligus mempererat hubungan kedua negara,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan simulator modern dan rig pelatihan memberikan pengalaman yang mendekati kondisi operasi sesungguhnya, sehingga menjadi bekal penting bagi calon tenaga kerja migas Timor Leste.

Sementara itu, Vice President Non Rig Services Pertamina Drilling, Ryan Aditya Surya Wijaya, mengatakan kunjungan tersebut membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa depan.

Menurutnya, kerja sama tidak hanya terbatas pada peningkatan kompetensi SDM, tetapi juga dapat berkembang ke berbagai studi strategis dan program kemitraan yang memberikan nilai tambah bagi kedua negara.

“Kunjungan ini diharapkan menambah wawasan baru bagi tim ANP Timor Leste dalam membuka kesempatan kerja sama lainnya, tidak hanya dalam kerangka peningkatan kapasitas SDM migas, tetapi juga berbagai studi strategis yang bermanfaat bagi kedua belah pihak,” kata Ryan.

Ia menegaskan, melalui Indonesia Drilling Training Center, Pertamina Drilling berkomitmen menghadirkan program pelatihan berstandar internasional yang tidak hanya mencetak tenaga kerja profesional, tetapi juga menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan mitra-mitra regional.

Di akhir kunjungan, Gualdino berharap kerja sama tersebut segera diwujudkan melalui pengiriman angkatan pertama peserta pelatihan dari Timor Leste ke Indonesia.

“Kami berharap kunjungan ini bukan sekadar kunjungan kerja, tetapi menjadi awal dari kelompok pertama peserta dari Timor Leste yang mengikuti program pelatihan di sini. Terima kasih atas seluruh dukungan dan kehangatan yang kami terima,” tutupnya.

Kunjungan ini menjadi sinyal bahwa Indonesia, melalui Pertamina Drilling, semakin diakui sebagai salah satu pusat pengembangan kompetensi pengeboran migas di kawasan. Di tengah tantangan industri energi yang terus berkembang, kolaborasi lintas negara seperti ini diharapkan mampu melahirkan SDM migas yang unggul sekaligus memperkuat hubungan strategis Indonesia dan Timor Leste di sektor energi.