Eri Maju Jadi Presiden IAGI 2026–2029, Usung Visi Geologi Modern untuk Ketahanan Energi dan Masa Depan Bangsa

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com – Dinamika pemilihan Presiden Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) periode 2026–2029 mulai menghangat. Salah satu kandidat, Eri, mengusung visi besar menjadikan IAGI sebagai organisasi profesi yang semakin relevan, inovatif, dan berdaya saing global melalui tema kampanye “Bersatu Memajukan IAGI, Berkarya untuk Negeri.”

Dalam narasi pencalonannya, Eri menilai tantangan yang dihadapi profesi geologi kini jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya. Transisi energi, ketahanan sumber daya alam, eksplorasi mineral kritis, mitigasi bencana, digitalisasi, hingga perubahan iklim membutuhkan organisasi profesi yang mampu bergerak cepat sekaligus memberi solusi nyata bagi bangsa.

Menurutnya, IAGI tidak hanya harus menjadi wadah pengembangan ilmu pengetahuan dan profesionalisme para geolog, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional.

“Bersatu Memajukan IAGI, Berkarya untuk Negeri” menjadi tekad yang diusung Eri dalam pencalonannya. Ia meyakini bahwa kekuatan organisasi lahir dari kolaborasi seluruh anggota serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Eri menawarkan empat agenda prioritas. Pertama, memperkuat kompetensi anggota melalui pelatihan, sertifikasi, program mentoring, dan pengembangan profesional berkelanjutan agar geolog Indonesia semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Kedua, memperluas kolaborasi antara kalangan akademisi, industri, pemerintah, organisasi profesi, hingga mitra internasional. Menurutnya, tantangan besar di sektor energi, mineral, dan lingkungan hanya dapat dijawab melalui kerja sama lintas disiplin.

Agenda ketiga adalah mendorong transformasi digital di bidang geologi. Eri menilai pemanfaatan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Big Data, teknologi eksplorasi modern, dan riset terapan akan menjadi kunci lahirnya berbagai inovasi yang mampu meningkatkan kualitas layanan profesi sekaligus mendukung kemajuan industri.

Sementara itu, agenda keempat menempatkan IAGI sebagai organisasi yang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional, pengembangan sumber daya mineral, mitigasi bencana geologi, pengelolaan lingkungan, serta transisi menuju energi masa depan.

Bagi Eri, geolog harus semakin terlibat dalam proses pengambilan keputusan strategis karena memiliki peran penting dalam memastikan pembangunan nasional berlangsung secara berkelanjutan.

Ia juga ingin membangun IAGI sebagai “rumah besar” bagi seluruh ahli geologi Indonesia. Sebuah organisasi yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang, menghadirkan kesempatan yang setara bagi seluruh anggota, serta menumbuhkan budaya organisasi yang inklusif, saling mendukung, dan menginspirasi.

Dalam kepemimpinannya, Eri menegaskan akan berpegang pada empat nilai utama, yakni integritas, profesionalisme, kolaborasi, dan inovasi. Menurutnya, organisasi yang kuat tidak dibangun oleh satu figur, melainkan oleh kepercayaan, semangat belajar, dan kebersamaan seluruh anggotanya.

Menutup narasi pencalonannya, Eri mengajak seluruh geolog Indonesia untuk memperkuat persatuan demi masa depan profesi yang lebih baik.

“Baru idenya. Kuat kolaborasinya. Besar dampaknya. Bersatu Memajukan IAGI, Berkarya untuk Negeri,” demikian pesan yang disampaikannya, disertai slogan kampanye, “Geologi… ya Eri. IAGI… ya Eri.”