Harapan yang Menyala di Madiun, BPBL Bawa Perubahan bagi Ratusan Keluarga

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Madiun, ruangenergi.com – Malam di rumah Karno (70) di Desa Pacinan, Kelurahan Balerejo, Kabupaten Madiun, kini terasa berbeda. Tak ada lagi kabel panjang yang ditarik dari rumah kerabat. Tak ada pula rasa sungkan setiap kali listrik padam atau token listrik milik keluarga habis. Untuk pertama kalinya sejak rumah itu berdiri, Karno akhirnya memiliki sambungan listrik sendiri.

Lampu di ruang tamu rumah sederhananya menyala terang. Sang istri kini dapat memasak dan membereskan rumah dengan lebih nyaman pada malam hari.

“Rasanya senang sekali, sebelumnya Listrik menyambung dari rumah keluarga,  bersyukur sekarang dapat bantuan pasang Listrik gratis dari Pemerintah, bisa pasang pompa air, ngga nimba dari sumur lagi” katanya sambil tersenyum.

Bagi sebagian orang, meteran listrik mungkin hanya benda kecil yang menempel di dinding rumah. Namun bagi lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan itu, meteran listrik menjadi simbol kemandirian yang selama bertahun-tahun hanya menjadi harapan.

“Dulu numpang listrik dari keluarga. Sudah lama ingin punya sendiri, tapi selalu belum kesampaian.” ungkapnya.

Kisah serupa juga dirasakan Simpen (63), warga Desa Pacinan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Selama bertahun-tahun, keterbatasan ekonomi membuat dirinya harus menunda pemasangan listrik mandiri. Ia hidup dari uang pensiunan almarhum suaminya dan selama ini masih bergantung pada sambungan listrik dari tetangga.

“Selama ini, sejak rumah ini dibangun, listriknya masih menyambung dari tetangga. Untuk memasang meteran sendiri masih nabung, Alhamdulillah dapat bantuan pasang Listrik gratis” ujarnya lirih.

Harapan Karno, Simpen, dan ratusan keluarga lainnya akhirnya terwujud melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian ESDM di Kabupaten Madiun, Kamis (7/5/2026).

Di balik seremoni penyalaan pertama tersebut, tersimpan cerita tentang keluarga-keluarga yang selama ini hidup dengan keterbatasan akses listrik. Ada rumah yang bertahun-tahun bergantung pada sambungan listrik dari kerabat maupun tetangga. Ada pula warga yang harus menunda pemasangan listrik mandiri demi memenuhi kebutuhan hidup yang lebih mendesak.

Penasihat DWP Kementerian ESDM, Sri Suparni Bahlil, menyampaikan bahwa listrik bukan sekadar penerangan, tetapi menjadi kebutuhan dasar yang berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat.

“Listrik itu kebutuhan dasar. Ketika rumah memiliki akses listrik yang aman dan mandiri, banyak hal yang ikut berubah. Anak-anak bisa belajar lebih nyaman, aktivitas keluarga menjadi lebih baik, dan masyarakat bisa hidup lebih tenang,” ujarnya.

Melalui Program BPBL, sebanyak 513 rumah tangga di Kabupaten Madiun menerima bantuan sambungan listrik baru. Khusus di Kelurahan Balerejo, sebanyak 257 rumah kini telah menikmati listrik secara mandiri dan seluruh sambungan telah menyala.

Menjelang sore, suasana di rumah-rumah penerima manfaat terlihat lebih hangat. Anak-anak bermain di bawah lampu yang menyala terang, sementara para orang tua duduk di teras rumah sambil berbincang santai.

Bagi sebagian masyarakat, listrik mungkin menjadi hal yang biasa. Namun bagi ratusan keluarga di Kabupaten Madiun, hari itu menjadi penanda bahwa rumah mereka akhirnya memiliki cahaya dan harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik.