Ini Harapan METI Atas Adanya Kerjasama Panasonic Dengan PGN Garap Baterai Hidrogen

Jakarta,ruangenergi.com-Baterai bertenaga hidrogen, diperkirakan bisa dipakai lebih lama dan pengisian daya dapat diperpanjang sampai selama satu minggu. Baterai bekerja dengan cara mengkombinasikan hidrogen dan oksigen di dalam sebuah sel bahan bakar kecil dan sangat tipis, menghasilkan listrik.

Satu-satunya limbah produk adalah panas dan air yang sedikit. sepengetahuan kami, ini belum pernah ditemukan sebelumnya.

“Meskipun baterai tersebut dapat memperpanjang usia ponsel selama berhari-hari, tetap saja butuh diisi daya–sel bahan bakar bisa diisi ulang dengan gas hidrogen. Kaitannya dengan PGN adalah soal produksi gas hidrogen barangkali. Kami tidak tahu persis soal kerjasama Panasonic dengan PGN ini. Mari kita tunggu perkembangannya,” kata Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Surya Darma kepada ruangenergi.com,Senin (03/05/2021) di Jakarta.

Jika benar, lanjut Surya,hai ini akan menjadi sebuah pertanda baik ditengah-tengah upaya berbagai negara untuk merubah pola penggunaan energi yang saat ini sedang digalakkan dengan transisi energi untuk menuju pada net zero emision ytahun 2050 sebagaimana dicanangkan IEA.

Indonesia juga terikat dengan perjanjian Paris yang harus menurunkan emisi karbon 29% tahun 2030 dan belum memiliki program transisi energi yang tepat menuju net zero emision. Berbagai skenario sekarang sedang dibahas oleh pemerintah.

Net Zero Emission

Menko Marinvest mengharapkan net zero emission tahun 2045 saat 100 tahun Indonesia atau setidak-tidaknya tahun 2050 sesuai dengan target IEA. Tetapi dilain pihak ada juga yang mengusulkan berdasarkan kondisi perkembangan penggunaan energi saat ini maka net zero emission itu baru bisa terjadi tahun 2070 atau 2060.

BACA JUGA  Dukung Tenaga Medis PLN Disjaya Salurkan Bantuan APD

Hanya saja dalam sebuah agenda pertemuan antara Menko Luhut B Panjaitan dengan METI dan pemangku kepentingan energi terbarukan Indonesia tetap meminta PLN untuk menghitung ulang dengan usaha yang lebih baik agar net zero bisa dipenuhi tahun 2045 atau setidak-tidaknya tahun 2050. PLN sendiri melalui Wadirut, Darmawan Prasojo dalam presnetasi pada acara Trihita Karana Forum Climate Consultative Dialogue bersama Menko Luhut B Panjaitan, menyampaikan konsep skenario net zero emision tahun 2045 dan tahun 2050.

Untuk ini tentu saja banyak upaya khusus yang bukan upaya biasa yang harus dilakukan. Selain PLN akan phaseout batubara, peningkatan nergi terbarukan, tentu saja penggunaan baterai dalam rangka elektrifikasi kendaraan bermotor dan juga baterai untuk kepentingan lain akan membantu meningkatkan kehandalan pemanfaatan energi terbarukan.

“Khusus untuk baterai hidrogen ini, tentu saja menarik untuk disimak dan dinantikan. Hidrogen sendiri bisa diproduksi dari gas dan juga dari air. Jika diproduksi dari air, dilakukan dengan berbagai cara antara lain melalui proses termokimia,-termolisa, fotolisa dan proses elektrolisa. Dan sebagai sumber
energi panasnya dapat diperoleh dari reaktor nuklir, kolektor sinar matahari atau panas buangan dari pabrik baja. Memang dalam proses produksi hidrogen dengan cara termokimia, banyak masalah proses yang harus dipelajari dan dievaluasi. Tetapi sangat menarik jika Panasonic yang sangat piawai dengan teknologi baterai bekerjasama dengan PGN bukan saja untuk gas rumah tangga, tapi juga untuk hidrogen baterai yang dapat mepercepat bauran energi terbarukan dalam rencana umum energi nasional,”pungkas Surya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *