Bob Saril

Jaga Keandalan Pasokan di Tengah PPKM

Jakarta, Ruangenergi.com PT PLN (Persero) menyatakan di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat guna meminimalisir penyebaran Covid-19 terus memberikan keandalan pasokan listrik kepada masyarakat.

Dalam diskusi media, bertemakan “Perpanjangan Stimulus Listrik dari Pemerintah pada masa PPKM”, yang diselenggarakan mellwui aplikasi Zoom dan Channel YouTube Ruang Energi, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan  PLN (Persero), Bob Saril, mengungkapkan pihaknya siap mengesekusi program perpanjangan stimulus bagi pelanggan rumah tangga, bisnis, industri dan layanan khusus.

Dukungan PLN terhadap kesuksesan program stimulus ini dimulai dengan memastikan kehandalan pasokan dan kehandalan cadangan listrik. Dengan begitu tidak ada pemadaman listrik yang terjadi di tengah masyarakat banyak beraktifitas di rumah.

“PPKM yang menyebabkan banyak kegiatan di rumah, sehingga pemakaian energi listrik untuk rumah tangga mengalami peningkatan. Sementara, pelanggan bisnis dan industri mengalami penurunan pemakaian tertinggi sehingga memerlukan insentif agar tetap bisa bertahan di masa Pandemi,” terang Bob, (22/07).

Ada beberapa stimulus listrik yang diberikan pemerintah di masa PPKM ini, di antaranya :

Pertama, pemerintah berkomitmen tetap memberikan keringanan pembayaran atau pembelian listrik bagi rumah tangga kecil, pelaku usaha kecil dan menengah serta masyarakat yang bergerak di bidang sosial, bisnis dan industri dalam upaya penanganan pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia.

Kedua, sepanjang tahun 2020, mulai bulan April sampai dengan Desember 2020, pemerintah telah memberikan stimulus keringanan pembayaran atau pembelian listrik kepada lebih dari 30 juta pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia dengan total stimulus sebesar Rp 13,2 triliun.

Ketiga, pada akhir Desember tahun 2020, program stimulus ini diberlakukan kembali di tahun 2021 mulai bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2021. Sampai dengan bulan Juni 2021, realisasi program stimulus ini sudah diberikan kepada lebih dari 33 juta pelanggan dengan total stimulus sebesar Rp 7,2 triliun.

Keempat, awal bulan Juli 2021 telah di tetapkan perpanjangan program stimulus keringanan pembayaran atau pembelian listrik untuk triwulan 3 dengan perkiraan anggaran adalah sebesar 2,51 triliun, di mana besaran diskon yang diberikan kepada masyarakat sama dengan besaran program stimulus triwulan 2 tahun 2021 yaitu untuk konsumen R1/I1/B1 daya 450 VA besaran stimulusnya sebesar 50%, konsumen R1 900 VA 25% dan program relaksasi sosial, bisnis, industri sebesar 50%.

Kelima, perkiraan jumlah pelanggan penerima manfaat stimulus triwulan 3 2021 sekitar 33,9 juta pelanggan, terdiri dari penerimaan diskon sebesar 24,3 juta pelanggan R1 450 VA (9,3 juta kategori DTKS), 8 juta R1 900 VA (semua DTKS), 0,5 juta B1 450 VA, 433 pelanggan I1 450 VA dan bantuan rekening minimum/biaya beban/abonemen sekitar 2 juta pelanggan bisnis, industri dan sosial.

BACA JUGA  Efisiensi Proyek Pipa Minyak Blok Rokan Jadi Standar Baru Proyek Infrastruktur PGN

Bob menerangkan, mekanisme program stimulus triwulan 3 2021 ini sebagai berikut :

Program stimulus u tuk konsumen golongan R1/B1/I1/ 450 VA yakni pelanggan pascabayar dibeeiy diskon 50% dipotong langsung pada saat konsumen melakukan pembayaran rekening listrik (biaya pemakaian dan biaya beban). Kemudian u tuk pelanggan prabayar,PLN memberikan diskon 50% pada saat konsumen melakukan pembelian token listrik.

Lalu, untuk program stimulus pelanggan rumah tangga R1 900 VA, untuk pelanggan pascabayar PLN memberikan diskon 25% dipotong langsung pada saat konsumen melakukan pembayaran listrik. Kemudian untuk pelanggan prabayar, PLN memberikan disky 25% pada saat konsumen melakukan pembelian token listrik.

Webinar Ruang Energi

Sementara, pembebasan biaya beban atau abonemen, serta pembebasan penerapan ketentuan pembebasan sebesar 50% untuk pelanggan sosial, bisnis dan industri yang otomatis dipotong dari tagihan rekening listrik konsumen tersebut.

“Kami merespon dan siap melayani pelanggan yang akan melakukan kegiatan dari rumah work from home atau belajar dari rumah sehingga kita harus jaga kehandalan jaringan listrik sehingga tidak ada gangguan kelistrikan. Untuk jaga kehandalan itu pertama kita harus sediakan suatu layanan yang cukup dari sisi daya dan ada spare (cadangan) yang memadai,” beber Bob.

Kesiapsiagaan PLN untuk mendukung program PPKM Darurat serta perpanjangan program stimulus adalah dengan menyiapkan posko-posko yang tersebar di berbagai wilayah untuk merespon segala kejadian di sektor pasokan kelistrikan.

Di mana, posko ini beroperasi 7×24 jam dengan menyiagakan personil dan juga peralatan yang dibutuhkan agar ketika terjadi pemadaman atau masalah pasokan listrik bisa langsung direspon.

Demi menjamin layanan rumah sakit yang sedang berjibaku dengan para pasien Covid-19, PLN memastikan pasokan listrik tidak akan bermasalah. Bagitu juga dengan perusahaan produsen oksigen medis juga dijamin pasokan aman. Diharapkan dengan kepastian ini layanan rumah saakit dan pabrio produsen oksigen medis bisa tetap optimal.

“Khusus rumah sakit dan perusahaan penyedia oksigen yang saat ini kebutuhan tinggi, PLN akan fokus menjaga pasokan (listrik). Kami siap berjaga 24 jam x 7 hari tidak berhenti,” tuturnya.

Sebagai informasi, PLN sudah melayani hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan electrification ratio atau rumah tangga sebesar 99,3%, dengan kapasitas pembangkit sebesar 62.915 MW, dan jaringan transmisi sepanjang 61.666 KMS.

Tak hanya itu, aset PLN mencapai Rp 1.589 Triliun, dengan jumlah pelanggan mencapai 80,4 juta, dan memiliki pegawai sebanyak 53.385.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *