JDS Networking Night 2026: Kolaborasi Talenta Migas Jadi Kunci Hadapi Transisi Energi

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Industri energi Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar teknologi dan infrastruktur untuk menghadapi transisi menuju energi bersih. Kesiapan sumber daya manusia (SDM), peningkatan kompetensi, serta kolaborasi lintas perusahaan menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan energi di masa depan.

Pesan tersebut mengemuka dalam gelaran JDS Networking Night 2026 yang diselenggarakan Jakarta Drilling Society (JDS) di KOI Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Mengusung tema “Connect & Collaborate for a Resilient Energy Future”, kegiatan yang memasuki penyelenggaraan ketiga ini menjadi ruang pertemuan bagi para profesional industri energi untuk memperluas jejaring, berbagi pengalaman, dan membahas tantangan pengembangan kompetensi di tengah perubahan lanskap energi global.

Ketua Acara JDS Networking Night 2026, Muhammad Syawal Saputra, menekankan pentingnya membangun koneksi dan kolaborasi antarp profesional untuk menghadapi dinamika industri yang terus berkembang.

Menurutnya, perubahan kebutuhan industri menuntut para pekerja energi untuk terus belajar, memperluas wawasan, dan menyesuaikan kompetensi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan bisnis.

Talenta Migas Perlu Bersiap Menyambut Energi Bersih

Salah satu agenda utama kegiatan ini adalah sesi diskusi yang menghadirkan Indira Pratyaksa, Director of Human Capital & Corporate Services Pertamina New & Renewable Energy. Diskusi tersebut dimoderatori Natalia Hariani dari PT Pertamina Hulu Rokan.

Pembahasan berfokus pada kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi transisi energi, termasuk peluang bagi profesional minyak dan gas bumi (migas), khususnya di bidang drilling dan subsurface, untuk mengembangkan karier di sektor energi baru dan terbarukan (EBT).

Perubahan lanskap energi membuka kebutuhan kompetensi baru. Profesional yang selama ini berkecimpung di industri migas dituntut untuk mengenali peluang, memperbarui keterampilan, dan mempersiapkan diri agar tetap relevan di tengah berkembangnya industri energi rendah karbon.

Di sinilah program reskilling dan upskilling menjadi penting. Keduanya dapat menjadi jalur bagi tenaga kerja untuk memperluas kemampuan, baik dalam bidang yang telah dikuasai maupun dalam kompetensi baru yang dibutuhkan sektor energi.

Transisi energi dengan demikian bukan semata-mata persoalan mengganti sumber energi atau membangun teknologi baru. Transformasi ini juga menyangkut kesiapan manusia yang menjalankan, mengembangkan, dan mengelola industri tersebut.

Kolaborasi Menjadi Modal Menghadapi Perubahan

Perubahan menuju energi yang lebih bersih menuntut industri untuk membangun ekosistem yang semakin adaptif. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpelaku industri menjadi salah satu cara untuk mempercepat proses pembelajaran sekaligus membuka peluang kerja sama.

JDS Networking Night 2026 mempertemukan profesional dari berbagai perusahaan dan bidang usaha di sektor energi. Selain diskusi, kegiatan ini menyediakan ruang bagi peserta lintas fungsi dan generasi untuk membangun hubungan profesional serta menjajaki kolaborasi.

Dukungan dari MB Century, Baker Hughes, serta perusahaan-perusahaan lain yang berpartisipasi sebagai sponsor turut mencerminkan pentingnya sinergi antarpelaku industri dalam menghadapi tantangan energi.

Bagi para profesional migas, forum semacam ini juga menjadi kesempatan untuk memahami arah perubahan industri dan melihat bagaimana kompetensi yang dimiliki dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masa depan.

Ketahanan Energi Dimulai dari Kualitas SDM

JDS Networking Night 2026 menegaskan bahwa masa depan industri energi tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi, kecanggihan teknologi, atau ketersediaan infrastruktur.

Kualitas SDM yang mampu beradaptasi, terus belajar, dan bekerja sama juga menjadi fondasi penting bagi ketahanan energi nasional.

Di tengah transisi energi yang terus berjalan, pengembangan kompetensi dan perluasan jejaring profesional menjadi bekal bagi tenaga kerja Indonesia untuk mengambil bagian dalam berbagai peluang baru.

Melalui semangat connect and collaborate, JDS mendorong terciptanya ekosistem industri energi yang lebih terbuka, kolaboratif, dan siap menghadapi perubahan menuju masa depan energi yang lebih berkelanjutan.