Bintuni, Papua Barat, ruangenergi.com — Kabar baik datang dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar wilayah kerja (WK) BP Tangguh, Papua Barat. Helikopter bantuan kini mulai dikerahkan untuk melakukan pemadaman dari udara, dan kondisi asap dilaporkan mulai berkurang.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan, helikopter telah mulai beroperasi memadamkan api di sekitar WK BP Tangguh.
“Alhamdulillah heli sudah mulai beroperasi memadamkan api di sekitar WK BP Tangguh,” kata Djoko dalam laporan pada Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, operasi pemadaman dari udara mulai memberikan hasil. Setelah helikopter melakukan penyiraman di sejumlah titik, asap di sekitar lokasi terlihat berangsur berkurang.
“Setelahnya asap sudah mulai berkurang, pertanda api sudah mulai bisa dipadamkan,” ujarnya.
Djoko pun menyambut perkembangan tersebut dengan optimisme. “Paten,” katanya.
Kebakaran Terdeteksi Sejak 21 Agustus
Sementara itu, BP Indonesia mengungkapkan bahwa beberapa titik kebakaran hutan telah terdeteksi di sekitar maupun di luar perimeter fasilitas Tangguh LNG sejak Jumat malam, 21 Agustus 2026.
Tim Tangguh LNG disebut langsung melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mencegah api semakin mendekati fasilitas maupun masyarakat yang berada di sekitar area operasi.
Dalam penanganannya, BP Indonesia mendapat dukungan kuat dari SKK Migas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Koordinasi juga dilakukan secara erat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah, aparat terkait, serta masyarakat.
“Keselamatan pekerja, kontraktor, dan masyarakat di sekitar area operasi tetap menjadi prioritas utama kami,” demikian pernyataan BP Indonesia.
Antisipasi Eskalasi Terus Disiapkan
BP Indonesia menegaskan, seluruh langkah yang berada dalam kapasitas perusahaan terus dilakukan untuk melindungi manusia sekaligus menjaga keamanan dan integritas fasilitas Tangguh LNG.
Berbagai rencana tanggap darurat dan langkah mitigasi telah disiapkan serta diterapkan sebagai antisipasi apabila kondisi di lapangan mengalami eskalasi.
Perusahaan juga terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan guna memastikan respons terhadap karhutla berlangsung cepat, aman, dan terkoordinasi.
Dengan mulai beroperasinya helikopter pemadam dan berkurangnya asap di sekitar lokasi, penanganan karhutla di sekitar WK Tangguh memasuki fase yang lebih positif. Namun, kewaspadaan tetap dijaga untuk memastikan seluruh titik api benar-benar terkendali dan tidak kembali meluas.
Upaya bersama antara BP Indonesia, SKK Migas, Kementerian ESDM, BNPB, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keselamatan sekaligus memastikan fasilitas strategis Tangguh LNG tetap aman.


