KKKS Baru Masuk Kaltara, SKK Migas Dorong Texcal Bengara Buka Peluang Migas

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kehadiran kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) baru, Texcal Bengara, di Kalimantan Utara (Kaltara) diharapkan menjadi babak baru dalam upaya meningkatkan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional.

Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Haryanto Syafri, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung langkah Texcal Bengara agar dapat mengikuti jejak keberhasilan Texcal Mahato di Provinsi Riau.

Hal itu disampaikan Haryanto dalam bincang santai virtual bersama ruangenergi.com, Minggu (25/10/2026), seusai kunjungan bersama sejumlah KKKS yang beroperasi di Kaltara untuk bertemu Gubernur Kalimantan Utara.

Dalam pertemuan tersebut, rombongan berdiskusi mengenai kegiatan hulu migas di wilayah Kaltara, termasuk kehadiran Texcal Bengara sebagai salah satu KKKS yang diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan potensi migas di daerah tersebut.

“Dalam diskusi dan kami bercerita, ada KKKS baru namanya Texcal Bengara. Nama Texcal sudah ada sebelumnya sebagai Texcal Mahato di Provinsi Riau, dengan proses cepat dan sukses memenuhi target APBN. Mari sama-sama kita dukung Texcal Bengara supaya menambah kesuksesan berikutnya,” ujar Haryanto.

Salah satu hal yang menarik dari kegiatan Texcal Bengara adalah pendekatan pekerjaan yang disiapkan. Menurut Haryanto, kegiatan yang dimaksud bukan sekadar melakukan survei seismik, melainkan langsung mengarah pada pekerjaan sumur, termasuk deepening atau pendalaman sumur serta kegiatan eksplorasi.

Pendekatan ini menjadi perhatian karena pekerjaan sumur merupakan bagian penting dalam upaya mengevaluasi potensi hidrokarbon dan memperoleh informasi lebih jauh mengenai prospek migas di suatu wilayah kerja.

Melalui kegiatan eksplorasi, kontraktor migas berupaya mengidentifikasi keberadaan sumber daya yang berpotensi dikembangkan menjadi cadangan dan produksi komersial. Sementara itu, pendalaman sumur dapat dilakukan untuk mengevaluasi lapisan yang lebih dalam sesuai dengan rencana teknis dan kondisi geologi setempat.

Meski demikian, keberhasilan kegiatan tersebut tetap bergantung pada hasil evaluasi teknis, kondisi geologi, serta keekonomian pengembangan lapangan.

Nama Texcal bukanlah nama baru dalam industri hulu migas Indonesia. Haryanto mencontohkan Texcal Mahato di Provinsi Riau sebagai pengalaman yang dapat menjadi referensi bagi kehadiran Texcal Bengara.

Menurut dia, pengalaman Texcal Mahato yang dinilainya mampu bergerak cepat dan memenuhi target APBN menjadi alasan untuk mendorong dukungan terhadap kegiatan Texcal Bengara.

Namun, tantangan setiap wilayah kerja migas tentu berbeda. Kondisi geologi, infrastruktur, akses operasi, serta dukungan para pemangku kepentingan menjadi faktor yang turut menentukan kelancaran kegiatan hulu migas.

Karena itu, dukungan pemerintah daerah, koordinasi dengan SKK Migas, serta kerja sama seluruh pihak terkait menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim operasi yang kondusif.

Kunjungan Haryanto bersama KKKS ke Gubernur Kalimantan Utara memperlihatkan pentingnya komunikasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri hulu migas.

Di tengah kebutuhan Indonesia untuk menjaga ketahanan energi dan meningkatkan produksi migas domestik, kegiatan eksplorasi menjadi salah satu langkah penting untuk mencari sumber pasokan baru.

Kehadiran Texcal Bengara pun membawa harapan agar potensi migas di Kaltara dapat dievaluasi lebih lanjut melalui kegiatan teknis yang terencana.

Bagi SKK Migas, dukungan terhadap kontraktor migas bukan semata-mata soal kelancaran operasi perusahaan. Upaya tersebut juga berkaitan dengan kepentingan yang lebih luas, yakni mendorong penemuan sumber daya baru, membuka peluang kegiatan ekonomi, dan memperkuat kontribusi sektor hulu migas bagi penerimaan negara.

Kini, perhatian tertuju pada bagaimana Texcal Bengara menjalankan rencana kegiatan sumur dan eksplorasinya. Hasil pekerjaan di lapangan nantinya akan menjadi penentu seberapa jauh harapan terhadap KKKS baru ini dapat diwujudkan.

Seperti pesan Haryanto, keberhasilan berikutnya membutuhkan dukungan bersama. Sebab, dalam industri hulu migas, setiap langkah eksplorasi membawa harapan baru bagi masa depan energi Indonesia.