Serpong, Tangerang Selatan, ruangenergi.com— Raksasa energi global bp kembali menunjukkan keseriusannya di Indonesia. Perusahaan asal Inggris itu resmi menandatangani tiga Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) baru yang memperluas portofolio bisnis migasnya menjadi 11 blok di Tanah Air.
Langkah strategis ini dinilai bukan sekadar ekspansi biasa. Dua blok baru, yakni Bintuni dan Drawa di Papua Barat, berada dekat dengan fasilitas Tangguh LNG—salah satu aset gas terbesar bp di Indonesia. Kedekatan lokasi ini membuka peluang percepatan pengembangan dan efisiensi produksi di masa depan.
Selain Papua Barat, bp juga masuk ke Blok Barong di Jawa Timur bersama INPEX sebagai operator. Setelah penandatanganan PSC, bp menggenggam 49 persen kepemilikan, sementara INPEX menguasai 51 persen.
Penandatanganan kontrak dilakukan dalam ajang Indonesian Petroleum Association (IPA) Convention & Exhibition 2026 dan disaksikan langsung Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Kesepakatan ini merupakan bagian dari Penawaran Wilayah Kerja Migas Tahap II 2025 yang digelar pemerintah melalui Kementerian ESDM dan SKK Migas.
EVP Gas & Low Carbon Energy bp, William Lin, menegaskan bahwa investasi baru ini menjadi bukti komitmen jangka panjang bp terhadap Indonesia.
“Perjanjian ini mencerminkan komitmen jangka panjang bp untuk terus berinvestasi dan mendukung ketahanan energi serta pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar William Lin.
Menurutnya, jika eksplorasi berhasil, kedekatan blok baru dengan fasilitas Tangguh LNG akan menjadi nilai tambah besar bagi pengembangan produksi gas nasional di masa depan.
Tahun 2026 juga menjadi momen spesial bagi bp karena menandai 60 tahun kiprahnya di Indonesia. Perusahaan berharap kolaborasi dengan pemerintah dan mitra strategis terus berlanjut untuk menopang ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target pembangunan ekonomi Indonesia.
Dalam proyek Bintuni dan Drawa, bp menggandeng sejumlah pemain besar internasional, antara lain CNOOC Southeast Asia Limited, MI Berau B.V.—perusahaan patungan INPEX dan Mitsubishi Corporation—serta Indonesia Natural Gas Resources Muturi, Inc. yang merupakan bagian dari LNG Japan Corporation.
Ekspansi bp ini sekaligus memberi sinyal bahwa Indonesia masih menjadi magnet investasi migas global, terutama di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat dan dorongan transisi menuju energi yang lebih rendah karbon.


