Abu Dhabi, UAE, ruangenergi.com-Momentum penyelenggaraan Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2026 dimanfaatkan Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) Uni Emirat Arab (UAE) untuk memperkuat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan di sektor minyak dan gas bumi.
IATMI UAE akan menggelar Sarasehan IATMI UAE 2026 bertajuk “Unconventional Resources & Sour Gas: UAE Experience, Indonesian Perspectives” pada Selasa, 3 November 2026, di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi.
Informasi yang diterima ruangenergi.com menyebutkan, kegiatan ini menjadi ajang berbagi pengalaman industri migas UAE sekaligus membahas perspektif Indonesia dalam pengembangan sumber daya migas nonkonvensional dan pengelolaan gas dengan kandungan hidrogen sulfida (H₂S) atau sour gas.
Sejumlah tokoh nasional dan pejabat sektor energi dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Kepala SKK Migas sekaligus Dewan Kehormatan IATMI Djoko Siswanto, serta Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) sekaligus Dewan Penasihat IATMI Oki Muraza.
Ketiganya telah mengonfirmasi kehadiran. Sementara itu, Staf Khusus Menteri ESDM Nanang Abdul Manaf masih menunggu konfirmasi. Duta Besar RI untuk UAE juga menjadi salah satu tamu kehormatan yang diundang.
Salah satu agenda utama sarasehan adalah pemaparan dari Sola Oluwadare dari Schlumberger dengan materi “Achieving Unconventional Energy Factory Value”.
Materi tersebut akan menjadi bagian dari pembahasan mengenai pengembangan sumber daya energi nonkonvensional, termasuk bagaimana pengalaman industri di UAE dapat menjadi referensi bagi Indonesia.
Diskusi juga akan mengangkat potensi dan tantangan pengembangan migas nonkonvensional Indonesia serta pengalaman UAE dalam pengelolaan sour gas.
Topik ini menjadi relevan di tengah upaya Indonesia memperkuat ketahanan energi nasional melalui optimalisasi potensi sumber daya migas dan pemanfaatan teknologi.
Pertukaran pengalaman antara praktisi Indonesia dan UAE diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai teknologi, pengembangan lapangan, serta peluang kerja sama di sektor hulu migas.
Sarasehan dijadwalkan berlangsung pukul 16.00 hingga 21.00 waktu UAE. Selain sesi pemaparan dan diskusi, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi bagi para profesional migas Indonesia yang berkiprah di UAE.
Penyelenggaraan sarasehan di sela ADIPEC 2026 memberikan kesempatan bagi para peserta untuk memanfaatkan kehadiran pelaku industri migas internasional dalam satu momentum.
Kegiatan akan ditutup dengan makan malam bersama, yang diharapkan semakin mempererat hubungan antarpeserta.
Melalui sarasehan ini, IATMI UAE ingin menjadikan momentum ADIPEC bukan hanya sebagai ajang pertemuan industri, tetapi juga sebagai sarana memperkaya pengetahuan, memperluas jejaring profesional, dan membuka peluang kolaborasi antara Indonesia dan UAE di sektor migas.


