Serpong, Tangsel, ruangenergi.com — SKK Migas menargetkan percepatan aktivitas hulu migas nasional melalui program “Triple 100” guna mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi pada 2026.
Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat Firdaus mengatakan program tersebut mencakup target 100 sumur eksplorasi, 100 kegiatan multistage fracturing, dan 100 sumur pengembangan. Program itu dipaparkan dalam IPA Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang.
“Accelerating Indonesia’s Upstream Growth: Delivering the Triple 100 Target,” demikian tema paparan SKK Migas dalam forum tersebut.
Dalam paparannya, SKK Migas juga mengungkap target produksi dan lifting migas nasional pada 2026. Untuk lifting minyak ditargetkan mencapai 610 ribu barel minyak per hari (MBOPD), sedangkan lifting gas ditargetkan sebesar 5.510 MMSCFD.
Selain itu, SKK Migas menargetkan pelaksanaan 832 sumur pengembangan dan 39 sumur eksplorasi sepanjang 2026 guna menjaga keberlanjutan produksi dan penambahan cadangan migas nasional. Informasi tersebut ditampilkan dalam slide “2026 – WP&B” yang dipaparkan pada IPA Convex 2026. 
“Hingga Mei 2026, realisasi program Triple 100 telah mencapai 63 sumur eksplorasi, 51 kegiatan multistage fracturing, dan 52 sumur pengembangan,”ungkap Rikky di paparannya.
Dalam paparannya, Rikky menyebut sejumlah tantangan masih membayangi percepatan proyek hulu migas nasional, baik dari sisi teknis maupun nonteknis.
Dari sisi teknis, tantangan utama berasal dari ketidakpastian bawah permukaan (subsurface uncertainty) akibat kompleksitas reservoir yang membutuhkan intervensi teknologi khusus. Sementara dari sisi nonteknis, hambatan meliputi keterbatasan rig pengeboran, terbatasnya frac unit di Indonesia, persoalan lahan dan perizinan, proses pengadaan yang memakan waktu panjang, hingga lambatnya pengambilan keputusan investasi.
SKK Migas juga menyoroti pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat eksekusi program dalam sisa waktu 2026.
Dalam salah satu slide presentasi, SKK Migas mempertanyakan langkah percepatan yang dapat dilakukan untuk memenuhi target sumur yang tersisa serta kerangka sinergi antarpemangku kepentingan guna menyederhanakan birokrasi.
Paparan IPA Convex 2026 tersebut menegaskan fokus SKK Migas dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional sekaligus mendorong penemuan cadangan baru melalui percepatan eksplorasi dan pengembangan lapangan migas.


