Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– Kabar baik datang dari lapangan minyak Duri, Riau. Pembangkit listrik MCTN akhirnya menyala pada Jumat dini hari, 14 Agustus 2026, setelah proses serah terima jabatan (sertijab) Direktur Utama MCTN dilakukan pada pekan sebelumnya.
Kabar tersebut disampaikan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto kepada ruangenergi.com, Kamis (13/8/2026).
Djoko menyampaikan, pembangkit listrik MCTN mulai hidup pada pukul 04.54 WIB dan saat laporan disampaikan tengah menjalani proses pemanasan atau warming up sebelum masuk ke tahap operasi penuh.
“Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah. Setelah Jumat kemarin dilaksanakan sertijab Dirut MCTN, akhirnya subuh tadi jam 04.54 pembangkit listrik MCTN hidup dan saat ini sedang pemanasan,” kata Djoko.
Menurut Djoko, beroperasinya pembangkit tersebut menjadi momentum penting karena pasokan listrik dan steam yang dihasilkan akan mendukung kegiatan Enhanced Oil Recovery (EOR) melalui metode steam flood di Lapangan Duri.
Jika seluruh proses berjalan lancar, steam untuk kegiatan steam flood Duri ditargetkan segera diproduksi. Dampaknya bukan hanya pada kegiatan pembangkit, tetapi juga diharapkan menghidupkan kembali pompa-pompa angguk dan mendorong peningkatan produksi minyak Pertamina Hulu Rokan (PHR).
“Mohon doa semoga lancar sehingga besok bisa gaspol, steam untuk EOR Duri steam flood mulai produksi, pompa-pompa angguk mulai hidup, produksi PHR mulai naik,” ujar Djoko.
Langkah Penting Mendorong Produksi Minyak
Beroperasinya pembangkit MCTN menjadi bagian penting dalam upaya menjaga dan meningkatkan produksi minyak dari Lapangan Duri.
Lapangan Duri selama ini dikenal sebagai salah satu lapangan minyak utama yang dikelola PHR. Penggunaan teknologi steam flood dalam skema EOR dilakukan dengan menginjeksikan uap ke reservoir untuk membantu meningkatkan perolehan minyak.
Karena itu, keberhasilan menyalakan kembali pembangkit MCTN memiliki arti strategis. Ketika pembangkit dapat beroperasi normal, pasokan energi untuk mendukung fasilitas produksi dan pembangkitan steam dapat berjalan lebih optimal.
Djoko pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut membantu proses tersebut.
“Terima kasih atas bantuan dan doa dari Bapak Ibu, baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung,” katanya.
Ia menyebut sinergi antara PHR, MCTN, SKK Migas, Ditjen Ketenagalistrikan, serta Ditjen Migas Kementerian ESDM menjadi bagian penting dalam mewujudkan beroperasinya kembali pembangkit tersebut.
Bagi SKK Migas, keberhasilan ini menjadi kabar positif di tengah upaya pemerintah meningkatkan produksi dan lifting minyak nasional.
Djoko menutup pesannya dengan optimisme:
“Bersama kita BISA. Lifting naik: BISA, BISA, BISA!”
Kini, perhatian tertuju pada tahap berikutnya: memastikan proses warming up pembangkit berjalan mulus, steam mulai diproduksi, pompa-pompa kembali beroperasi, dan pada akhirnya tambahan produksi minyak dari Lapangan Duri benar-benar terealisasi.


