Menteri Energi Bangladesh Kunjungi UP Muara Karang, Apresiasi Inovasi PLN Nusantara Power

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com – PLN Nusantara Power(PLN NP) menerima kunjungan Menteri Energi dan Mineral Bangladesh beserta delegasi di Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang, Jakarta. Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman di bidang ketenagalistrikan, khususnya terkait keandalan pembangkitan, efisiensi operasional, serta pengembangan energi bersih. Kunjungan ini bernilai strategis mengingat hubungan bilateral yang telah terbangun antardua negara.

PLN Nusantara Power telah membangun kerja sama strategis dengan Bangladesh melalui proyek pemeliharaan dan Major Inspection Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) berkapasitas 150 MW di Bangladesh pada tahun 2023 dan 2024.

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan bahwa kunjungan delegasi Bangladesh merupakan kesempatan penting untuk berbagi pengalaman dan membuka peluang kerja sama di sektor energi.

“Kami menyambut baik kunjungan Menteri Energi dan Mineral Bangladesh beserta delegasi ke UP Muara Karang. Kunjungan ini menjadi ruang strategis untuk bertukar pengalaman mengenai pengelolaan pembangkitan, keandalan sistem, inovasi teknologi, serta pengembangan energi bersih. Kami berharap hubungan dan pertukaran pengetahuan ini dapat berkembang menjadi kolaborasi yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Ruly

Selain melihat langsung fasilitas pembangkitan, delegasi juga diperkenalkan dengan berbagai inovasi yang dikembangkan PLN NP dalam mendukung transformasi sektor energi. Salah satunya adalah Green Hydrogen Plant (GHP) Muara Karang, yang menjadi salah satu pionir pengembangan hidrogen hijau di Indonesia.

Melalui GHP Muara Karang, PLN NP mengembangkan produksi hidrogen hijau dengan memanfaatkan proses elektrolisis dan sumber energi terbarukan. Inovasi ini menjadi bagian dari langkah PLN NP dalam mendorong pemanfaatan teknologi energi bersih sekaligus mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Mineral Bangladesh Iqbal Hassan Mahmood, MP menyampaikan apresiasi atas pengelolaan pembangkitan dan berbagai inovasi yang dikembangkan PLN Nusantara Power, khususnya dalam menjawab tantangan transisi energi. Menurutnya, Bangladesh menerima banyak pengalaman dan ilmu dari pengelolaan unit pembangkit di Indonesia melalui PLN Nusantara Power.

“Hubungan Indonesia dan Bangladesh telah terjalin sangat baik, dan sektor energi menjadi salah satu ruang penting untuk memperkuat hubungan tersebut. Pengalaman PLN Nusantara Power dalam bekerja sama di Bangladesh merupakan bukti nyata bahwa kemitraan kedua negara telah menghasilkan kolaborasi konkret. Kami berharap kerja sama ini terus berkembang, tidak hanya dalam pembangkitan listrik, tetapi juga dalam pengembangan energi bersih dan teknologi masa depan”, terang Iqbal Hassan Mahmood.

Kunjungan ini sekaligus menunjukkan bahwa pengalaman Indonesia dalam mengelola sistem ketenagalistrikan dan mengembangkan teknologi energi bersih memiliki potensi untuk menjadi referensi dalam pengembangan sektor energi di tingkat internasional.

PLN Nusantara Power terus mendorong transformasi pembangkitan melalui peningkatan keandalan, efisiensi, digitalisasi, serta pengembangan solusi energi hijau. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen PLN Group untuk menghadirkan sistem ketenagalistrikan yang andal, efisien, berkelanjutan, dan semakin ramah lingkungan.

Melalui kunjungan dan pertukaran pengetahuan ini, PLN NP berharap hubungan Indonesia dan Bangladesh di sektor energi dapat semakin erat serta membuka peluang kolaborasi yang mendukung ketahanan dan keberlanjutan energi di masa depan.