ebt

METI Berharap Norwegia Tetap Bekerjasama Dengan Indonesia Kembangkan ET

Jakarta,ruangenergi.com-Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Surya Darma mengatakan Norwegia termasuk negara yang leading dalam pengembangan energi terbarukan didunia terutama dalam teknologi hydro dan angin.

Kementerian luar negeri Indonesia menyatakan bahwa Pemutusan kerjasama REDD+, tidak akan berpengaruh sama sekali terhadap komitmen Indonesia bagi pemenuhan target pengurangan emisi.

“Memang betul saya sudah membaca press release dari Kemenlu RI bahwa Pemerintah RI memutuskan untuk mengakhiri Pernyataan Kehendak (Letter of Intent/LoI) antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Norwegia tentang Kerja Sama Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (Reducing Greenhouse Gas Emissions from Deforestation and, Forest Degradation/REDD+), terhitung mulai tanggal 10 September 2021.Kedua negara kita selama lebih dari satu dekade telah berkolaborasi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan. Selama ini, Indonesia telah memimpin dunia dalam memerangi deforestasi tropis. Serangkaian peraturan dan kebijakan progresif untuk melindungi hutan tropis telah diberlakukan,” kata Surya Darma kepada ruangenergi.com,Selasa (14/09/2021) di Jakarta.

Hasilnya sangat mengesankan dapat terlihat dari dokumen pengurangan emisi karbon selama dari deforestasi sampai mencapai 11,2 juta ton. Pengurangan emisi karbon sebesar 11,2 juta ton semestinya dapat menghasilkan penerimaan sebesar sekitar 56 juta USD bagi Indonesia dari Norwegia seseuai perjanjian tersebut.

Tentu saja angka penurunan emisi ini harus disepakati bersama. Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia telah berhasil mengurangi deforestasi dan konversi lahan gambut secara besar-besaran. Ini merupakan kontribusi yang signifikan terhadap mitigasi perubahan iklim global dan perlindungan keanekaragaman hayati.

Antara Indonesia dan Norwegia memang mengikat diri dalam Pernyataan Kehendak (Letter of Intent/LoI) antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Norwegia tentang Kerja Sama Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (Reducing Greenhouse Gas Emissions from Deforestation and, Forest Degradation/REDD+). Tentu saja pengakhiran pernyatan kehendak ini mudah-mudahan juga tidak berdampak pada sektor energi terutama dalam rangka pengembangan energi terbarukan.

BACA JUGA  Tanggapan METI Terhadap Renstra Kementerian ESDM

Norwegia termasuk negara yang leading dalam pengembangan energi terbarukan didunia terutama dalam teknologi hydro dan angin. Kementerian luar negeri Indonesia menyatakan bahwa Pemutusan kerjasama REDD+, tidak akan berpengaruh sama sekali terhadap komitmen Indonesia bagi pemenuhan target pengurangan emisi. Tetapi tentu juga kita berharap dukungan Norwegia terhadap pengembangan energi terbarukan di Indonesia juga tidak berpengaruh.

“Kalau melihat release dari Pemerintah Noregia yang menyatakan bahwa “Pemerintah Norwegia ingin mengucapkan selamat kepada Pemerintah Indonesia atas pencapaian REDD+ yang mengesankan hingga saat ini dan menyambut baik kepemimpinan berkelanjutan Pemerintah Indonesia dalam agenda aksi iklim, dan komitmennya yang berkelanjutan untuk memenuhi target pengurangan emisi karbon sesuai perjanjian Paris. Norwegia juga siap untuk terus mendukung – dengan cara yang disepakati bersama – upaya Indonesia dalam melindungi hutan dan lahan gambutnya”. nah tentu hal ini juga berdampak positif pada sektor energi. Karena dalam pencapaian target penurunan emisi sesuai Perjanjian Paris, target NDC sektor energi adalah memberikan kontribusi penurunan 11% emisi karbon pada tahun 2030. Kami dari METI yang selama ini juga melakukan kerjasama baik dengan Norwegia juga berharap kerjasama sektor energi akan terus dilanjutkan untuk dapat mendukung penurunan emisi dengan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan,”tutur Surya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *