Outlook Energi Indonesia 2020: Pentingnya Skenario dan Asumsi

Jakarta, Ruang Energi.Com- Sekretariat Jenderal DEN melalui Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan menggelar rapat lanjutan mengenai Preliminary Result Permintaan Energi OEI 2020 bertempat di Gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Jakarta (21/9/20).

Rapat dibuka oleh Sugeng Mujiyanto, Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan dan dihadiri oleh Kepala Biro Umum dan juga perwakilan dari Biro Fasilitasi Penanggulangan Krisis dan Pengawasan Energi.

Sementara itu, Kepala Biro Umum, Mustika Pertiwi, menekankan bahwasannya poin-poin Asumsi dan Skenario pada Outlook Energi Indonesia 2020 harus disepakati terlebih dahulu, dimana terdapat tiga skenario yaitu skenario Bussines as Usual (BaU), skenario Optimis dan skenario Pesimis.

“Asumsi dan Skenario merupakan pokok dari Outlook Energi Indonesia 2020 ini. Sehingga seluruh poin-poin yang tertuang didalamnya harus disepakati oleh semua pihak”, ujarnya

Hingga September 2020, progres penyiapan Outlook Energi Indonesia 2020 akan memasuki tahap 5 yaitu proses input kapasitas pembangkit untuk tiap provinsi menggunakan aplikasi Balmorel, namun masih menunggu pengesahan data RUPTL 2020 yang digunakan dalam perhitungan Outlook tersebut.

BACA JUGA  Dukung Perekonomian Nasional, DEN Bahas Keamanan Pasokan Listrik dengan PLN

Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan, Sugeng Mujiyanto menyampaikan alternatif lain untuk mengeluarkan Outlook Energi Indonesia 2020 dengan menggunakan hasil sementara, sembari menunggu pengesahan RUPTL dan Neraca Gas 2020.

“Nantinya apabila sudah disahkan, maka Outlook Energi Indonesia 2020 dapat direvisi sesuai dengan RUPTL dan Neraca Gas”,pungkas Sugeng Mujiyanto (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *