Ketum METI Surya Dharma

Nuklir masuk dalam Draf RUU EBT, Ini Kata METI

Jakarta, Ruangenergi.com – Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) mengungkapkan, pihaknya sudah menyampaikan kepada Komisi VII DPR untuk fokus dalam membahas energi terbarukan (ET) di dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait pembahasan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Energi EBT Terbarukan.

“Kami dari METI juga sudah menyampaikan bahwa seharusnya Komisi VII fokus membahas RUU ET bukan EBT. Apalagi memasukkan nuklir. Karena dari awal, RUU diperlukan untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan untuk memenuhi target KEN (Kebijakan Energi Nasional) dan sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional,” jelas Ketua Umum METI, Surya Dharma, saat dihubungi ruangenergi.com, (21/09).

Menurutnya, sumbernya dan teknologi energi terbarukan bisa dikuasai secara nasional. Akan tetapi nuklir juga akan berakibat pada ketergantungan Indonesia pada negara lain.

“Selain itu, energi nuklir juga sudah diatur dalam UU Keteganukliran. Kenapa harus dibahas lagi disini?. Karena itu, kami mendesak agar betul-betul fokus pada energi terbarukan,” tandasnya.

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil Indonesia untuk Energi Bersih meminta Komisi VII DPR RI untuk mengeluarkan pemanfaatan energi nuklir dan energi baru yang berbasis fosil yang masih diikutsertakan dalam draf RUU EBT.

BACA JUGA  Libatkan Milenial Kembangkan EBT

Peneliti Yayasan Indonesia Cerah, Wira Dillon, mengatakan, dari draf RUU yang beredar, terlihat bahwa pemanfaatan energi nuklir dan energi baru yang berbasis fosil masih diikutsertakan.

Untuk itu, Koalisi Masyarakat Sipil Indonesia untuk Energi Bersih berharap DPR RI akan mengeluarkan pasal-pasal tersebut dari rancangan undang-undang ini.

Sebab, pembahasan RUU ini menjadi harapan hadirnya payung hukum yang kuat untuk mendukung pengembangan energi terbarukan demi mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional serta komitmen Indonesia dalam menanggulangi dampak perubahan iklim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *