Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com – Kabar menggembirakan datang dari Lapangan Tiang, wilayah kerja (WK) Rokan. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil mencatatkan produksi awal minyak sebesar 672 barel minyak per hari (BOPD) dari sumur pengembangan Tiang#05.
Capaian ini menjadi angin segar bagi upaya peningkatan produksi minyak nasional. Pasalnya, produksi awal sumur tersebut mencapai 265,6 persen dari target yang direncanakan, atau sekitar 2,66 kali lipat lebih tinggi dari sasaran awal.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan keberhasilan tersebut dalam laporan Good News pada Senin, 2 November 2026.
“Alhamdulillah,” demikian Djoko mengawali laporannya mengenai keberhasilan pengeboran sumur P_Tian26_0001/Tiang#05 di Lapangan Tiang.
Sumur Tiang#05 mulai dibor pada 23 September 2026 dan pengeborannya selesai pada 14 Oktober 2026.
Dalam pelaksanaannya, PHR menggunakan Rig PDSI 53.2 dengan metode pengeboran directional atau berarah. Sumur tersebut menargetkan lapisan Pematang Sand hingga kedalaman 4.543 kaki terukur (ftMD).
Setelah pengeboran rampung, kegiatan dilanjutkan dengan tahap penyelesaian awal sumur atau initial completion.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sumur Tiang#05 resmi mulai berproduksi atau Put On Production (POP) pada 1 November 2026.
Produksi awal yang berhasil dicatatkan mencapai 672 BOPD, dengan laju alir total sebesar 1.542 barel fluida per hari (BFPD) dan tingkat kandungan air (water cut) sebesar 56 persen.
Untuk mendukung produksi, sumur ini menggunakan teknologi pompa bawah permukaan Electric Submersible Pump (ESP).
Keberhasilan Tiang#05 semakin menarik karena produksi awalnya jauh melampaui target.
Dengan target produksi sebesar 253 BOPD, realisasi 672 BOPD menunjukkan tambahan produksi sekitar 419 BOPD di atas sasaran yang ditetapkan.
Artinya, setiap target 1 barel minyak yang direncanakan mampu menghasilkan sekitar 2,66 barel minyak pada awal produksi.
Capaian ini menjadi kontribusi positif PHR dalam menjaga dan meningkatkan produksi minyak dari WK Rokan, salah satu wilayah kerja migas strategis di Indonesia.
Meski demikian, keberlanjutan produksi tetap menjadi perhatian. Produksi awal yang tinggi perlu dijaga agar dapat memberikan kontribusi optimal dalam jangka panjang.
Djoko Siswanto pun menyampaikan harapan agar sumur tersebut dapat terus menghasilkan minyak dalam waktu yang panjang.
“Mohon doa Insya Allah produksi bertahan lama, Aamiin YRA,” tulisnya dalam laporan tersebut.
Keberhasilan Tiang#05 menambah optimisme terhadap upaya peningkatan lifting minyak nasional. Bagi SKK Migas dan PHR, setiap tambahan produksi dari sumur pengembangan menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi Indonesia.


