BPH Migas dan PT Pindad

Perkuat Pengawasan dan Penyimpangan BBM, PPNS BPH Migas dibekali senjata api

Bandung, Ruangenergi.com – Badan Pengatur Hilir Migas Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan kunjungan ke PT Pindad (Persero), memperkuat pengawasan disektor BBM dengan membekali Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPH Migas dengan senjata api.

Dalam kunjungan ke PT Pindad, rombongan BPH Migas yang terdiri dari, Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa, didampingi Komite BPH Migas M. Lobo Balia dan Sekretaris BPH Migas Bambang Utoro beserta Tim diterima oleh Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose; Direktur Bisnis Produk Pertahanan dan Keamanan, Heru Puryanto beserta Tim.

Fanshurullah menyampaikan fokus utama kunjungannya ke PT Pindad adalah ingin memperkuat pengawasan disektor BBM dengan membekali Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPH Migas dengan senjata api.

Menurut Ifan, sapaan akrabnya, pembekalan senjata api ini dilakukan untuk perlindungan diri dan juga agar para PPNS semakin percaya diri, kuat mental, dan berani dalam memberantas mafia migas.Rombongan BPH Migas ke PT Pindad

“Untuk itu BPH Migas memandang perlunya kerjasama dengan PT Pindad (Persero) dalam pengadaan senjata api tersebut,” kata Ifan, (03/09).

Ia menambahkan, BPH Migas dalam kaitannya sebagai lembaga yang bertugas melakukan pengawasan distribusi BBM, saat ini memiliki 30 PPNS.

“Kami ingin penyidik kami yang berjumlah 30 orang ini yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan di Lemdiklat Polri Diklat Reserse Megamendung dan telah dilantik oleh Kemenkumham dibekali senjata yang sesuai agar semakin berani dalam memberantas para mafia BBM,” terang Ifan.

Lebih lanjut Ifan menjelaskan, bahwa saat ini pelanggaran dalam kegiatan hilir migas semakin meningkat baik BBM subsidi maupun non subsidi. Diantaranya berupa pengoplosan BBM, penyalahgunaan / penyelewengan BBM subsidi, modifikasi tangki BBM, dan Usaha illegal / izin palsu /izin kadalurasa namun masih melakukan kegiatan usaha.

Berdasarkan data dari BPH Migas ditahun 2020 hingga Agustus terdapat 281 kasus dengan barang bukti sebanyak 1.341, 66 KL.

Kepala BPH Migas, saat melaukan Ujicoba senjata Laras panjang PT Pindad
Kopassus di Bidang Migas

Ifan mengatakan, PPNS BPH Migas bisa dikatakan ingin seperti Kopassus (Komando Pasukan Khusus, TNI-AD), akan tetapi pasukan khusus tersebut khusus untuk menangani kejahatan di sektor minyak dan gas bumi (Migas).

BACA JUGA  Restrukturisasi Pertamina Sesuai Keputusan Pemegang Saham

Ia bercerita, saat itu, Tim PPNS BPH Migas akan menangkap penyimpangan BBM di Medan, Tim PPNS BPH Migas lalu berbalik arah karena mereka (para pelaku penyimpangan BBM) membawa senjata api, sehingga pasukan kocar kacir, menyelamatkan diri.

Pernah juga tim terpadu yang melibatkan TNI darat dan udara, juga Polri, ketika di Sumsel, juga berhadapan dengan para mafia yang membawa senjata yang lebih canggih.

“Kami ingin PPNS BPH Migas selain dilengkapi dengan senjata, juga nanti dilatih oleh Kopassus, supaya kedepan menjadi Kopassus di bidang Migas,” ungkap Ifan.

Selain itu Ifan juga berharap PT. Pindad dapat memproduksi sarana dan prasarna pendukung untuk kegiatan usaha disektor hilir migas, seperti pembuatan ISO Tank untuk LNG (Liquified Natural Gas), peralatan pipanisasi gas, dan juga sarana dan prasarana untuk Pertashop seperti shelter, dispenser dan tangki penyimpanan BBM yang saat ini sudah berjalan.

BPH Migas dan PT Pindad

 

“Kedepan kita ingin prioritas penggunaan produksi dalam negeri dalam kegiatan sektor hilir migas, yang saat ini masih banyak dimpor, akan kita gantikan dengan produksi dalam negeri,” beber Ifan

Sementara itu, Direktur Bisnis Produk Pertahanan dan Keamanan PT Pindad, Heru Puryanto, menyampaikan, bahwa saat ini Pindad memiliki dua bidang bisnis yaitu produk bisnis pertahanan dan keamanan (hankam) dan produk bisnis non hankam.

Ia menambahkan, untuk produk bisnis hankam meliputi kendaraan tempur, senjata berbagai macam kaliber dan amunisi. Adapun yang Non Hankam yaitu alat-alat yang berhubungan dengan industrial, seperti alat pertanian, tabung gas berbagai ukuran, Ventilator dan juga sarana dan prasarana Pertashop seperti shelter, dispenser dan tangki penyimpanan BBM.

“Pada prinsipnya bisnis utama Pindad adalah produk pertahanan dan keamanan, karena itu ada core utama kami. Kami menyambut baik rencana kerjasama BPH Migas untuk pengadaan senjata api dan harapan kami PT Pindad juga dapat berperan serta dalam menyediakan kebutuhan induastri di sektor hilir migas,” jelas Heru.

Kepala BPH Migas bersama tim juga melakukan site visite ke pabrik PT Pindad. Selain itu, melihat display senjatabyabg ada serta melakukan ujicoba menembak dengan beberapa varian senjata laras panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *