Perlu Dirjen Migas dan Dirjen Minerba yang Mampu Bermanuver di Saat Sulit

Jakarta, Ruangenergi.com – Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono baru saja memasuki masa pensiun pada 1 Mei 2020 yang lalu. Di sisi lain,Dirjen Migas sampai sekarang sudah hampir 1 tahun belum ada yang defenitif.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan bahwa Menteri ESDM harus segera menunjuk pejabat baru. “Di tengah kondisi saat ini dimana hampir semua sektor energy mengalami penurunan dibutuhkan nahkoda dalam memimpin baik itu sektor mineral dan batubara maupun migas,” kata Mamit Setiawan dalam keterangan tertulisnya Sabtu,(2/5/2020).

Menurut dia, di tengah terpuruknya komoditas energi baik itu harga minyak dunia maupun mineral dan batu bara, investor membutuhkan sandaran untuk mengadu dan berdiskusi agar bisa melewati masa sulit ini. “Dengan adanya orang tua dalam hal ini para Dirjen, mereka para K3S dan para investor batu bara setidaknya bisa menyampaikan keluhan dan meminta kepada pemerintah untuk mencari solusi terkait kendala yang dihadapi,” lanjut Mamit,

BACA JUGA  Ini Hasil Rapat Komisi VII dengan Dirjen Minerba ESDM

Dia juga menyoroti posisi Dirjen Migas yang sudah kosong selama hampir 1 tahun. “Sangat tidak elok Menteri ESDM Arifin Tasrif membiarkan posisi Dirjen Migas kosong selama ini. Harus segera diputuskan Dirjen Migas yang definitif yang berani bermanuver di tengah anjloknya harga minyak saat ini. Dirjen Migas yang memikirkan security off supply. Kita harus belajar dari Amerika yang pernah mengalami black out. Masa negeri sebesar ini membiarkan posisi Dirjen Migas kosong cukup lama,” tukasnya.

Selain Dirjen Migas dan Dirjen Minerba, posisi yang saat ini kosong adalah Deputy Pengendalian Pengadan SKK Migas yang sudah kosong selama 2 bulan ini. “Posisi Deputy Pengendalian Pengadaan adalah posisi strategis yang harus diisi,karena posisi ini memegang peranan yang cukup penting dalam keberlangsungan operasi hulu migas di Indonesia. Jangan sampai di tengah terpuruknya industri hulu migas kita terganggu karena kekosongan ini,” tutup Mamit Setiawan.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *