Pertamina Ikut Melestarikan Penyu Lekang

Jakarta, Ruangenergi.com – PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus, berkolaborasi dengan Bajulmati Sea turtle Conservation (BSTC) bersinergi melakukan pemantauan di 23 titik pendaratan penyu lekang yang akan bertelur di wilayah pantai Bajulmati. Salah satu bentuk kegiatan dalam konservasi ini adalah dengan cara pelepasliaran kembali tukik (anak penyu) yang baru menetas kembali ke laut.

Menurut Manager Fuel Terminal Pertamina Malang, Ahmad Zaeni Hamdan, salah satu program CSR Pertamina berfokus di bidang lingkungan dalam menjaga keanekaragaman hayati. Sementara dari aspek lingkungan menjadi tanggung jawab bersama. Sehingga perlu saling support antar berbagai stakeholder yang ada.

“Kami juga berterima kasih dengan adanya keterlibatan aktif seluruh pihak terkait termasuk dengan Pemkab Malang,” ujar Zaeni dalam pesan tertulisnya yang diterima Ruangenergi.com di Jakarta, Sabtu (12/9/2020).

Ia mengungkapkan, dalam menjalankan program konservasi penyu lekang di pantai Bajulmati ini, Pertamina bersama dengan BSTC juga didampingi oleh akademisi dari Universitas Muhammadiyah Malang untuk memberikan edukasi dan pemahaman bagi masyarakat akan pentingnya program konservasi ini bagi keberlangsungan ekosistem.

“Ini menurumakan komitmen tinggi Pertamina dalam mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan melalui pengelolaan, pemantauan dan konservasi lingkungan,” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan aksi tebar 30 ribu benih ikan bandeng di embung Bajulmati yang berasal dari bantuan Dinas Perikanan kabupaten Malang dan penanaman mangrove.

“Pertamina sendiri untuk melengkapi program konservasi ini, juga mendistribusikan 3.000 bibit mangrove untuk ditanam di wilayah tersebut guna mencegah abrasi yang bisa menggerus garis pantai,” tutup Zaeni.

Sementara Bupati Malang, Sanusi mengungkapkan, bahwa
pelepasan penyu ini merupakan kegiatan penting yang harus segera dilakukan setelah telur menetas.

“Berada pada posisi yang rawan setelah menetas, tukik harus segera dilepaskan ke laut agar dapat terhindar dari hewan pemangsa di daratan,” kata Bupati.

Sebelumnya, pada Kamis (10/9) lalu, Bupati Malang bersama Fuel Terminal Pertamina Malang kembali melakukam pelepasliaran tukik. Kegiatan yang juga dihadiri perwakilan Universitas Muhammadiyah Malang, para guru sekecamatan Gedangan, Pegiat Konservasi serta Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sekaligus meresmikan beroperasinnya BSTC.

BACA JUGA  Lebih dari 1.800 Mitra Binaan Pertamina Sudah Go Digital

Kawasan Rumah Penyu Bajulmati yang diresmikan bupati ini merupakan Program Corporate Social Responsibility (CSR) Fuel Terminal Pertamina Malang yang mulai dibangun sejak tahun 2018. Didalamnya terdapat bak penetasan telur yang mampu menampung ribuan telur, aula edukasi dan pertemuan, kolam tukik, kolam relokasi penyu sakit, sekolah alam dan lain lain.

“Ini merupakan contoh kegiatan yang positif, mempunyai nilai edukasi yang sangat tinggi, cocok sebagai media belajar anak anak, sekolah dan siapa saja, saya ucapkan terima kasih kepada bapak Sutari dan tim pegiat penyu BSTC, Pertamina, termasuk dukungan dari kecamatan, desa dan berbagai pihak terkait,” tutup Sanusi.

Penyu Lekang atau penyu abu-abu merupakan satwa endemik di wilayah pantai Bajulmati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Faktor ekonomi yang sulit mendorong kegiatan perburuan telur penyu sebagai komoditas untuk diperjualbelikan oleh masyarakat.(Red)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *