Bintuni, Papua Barat, ruangenergi.com – Proyek Tangguh UCC (Ubadari, Compression, and Carbon Capture) terus menunjukkan kemajuan positif. Hingga minggu pertama November 2026, proyek strategis nasional (PSN) ini telah mencapai progres 54%, atau 4% lebih cepat dibandingkan target dalam persetujuan anggaran (AFE).
Tak hanya melaju lebih cepat dari rencana, proyek pengembangan fasilitas hulu migas di Papua Barat ini juga mencatatkan lebih dari 26 juta jam kerja aman. Capaian tersebut melibatkan lebih dari 8.000 pekerja yang tersebar di lokasi Tangguh dan sejumlah tempat fabrikasi.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan perkembangan tersebut kepada RuangEnergi.com berdasarkan laporan terbaru tim proyek Tangguh UCC, Minggu (1/11/2026).
Capaian keselamatan kerja tersebut menjadi salah satu indikator penting di tengah meningkatnya aktivitas konstruksi dan persiapan operasi di lapangan.
Dari sisi konstruksi, sejumlah pekerjaan utama telah mencapai tahapan penting.
Dua struktur jacket, yakni UBA dan UBB, telah berhasil dipasang. Sementara itu, pemasangan jacket EGR telah memasuki tahap penyelesaian akhir.
Pekerjaan pengeboran horizontal berarah atau horizontal directional drilling (HDD) untuk jalur pipa juga telah rampung. Saat ini, tim proyek tengah melanjutkan proses pembesaran lubang sebagai persiapan pemasangan pipa.
Di sisi lain, proses pelapisan pipa atau pipeline coating di Gresik telah selesai. Pencapaian ini menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan pemasangan pipa di Teluk Bintuni.
Tim proyek kini bersiap memulai operasi pemasangan pipa atau pipelay di Teluk Bintuni pada November 2026.
Aktivitas proyek juga terus bergerak di sejumlah lokasi pendukung.
Pekerjaan konstruksi darat serta fabrikasi modul di Batam dan Bintan masih berlangsung. Sementara itu, rig Valaris 106 telah berada di lokasi dan siap memulai pengeboran atau spud in.
Kesiapan rig tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian pekerjaan pengembangan lapangan Tangguh UCC.
Dengan sejumlah pekerjaan utama yang telah memasuki tahap penyelesaian, proyek ini terus bergerak menuju tahapan eksekusi berikutnya.
Meski progres proyek telah melampaui target, tim pelaksana tetap menempatkan keselamatan kerja dan kualitas hasil konstruksi sebagai prioritas utama.
Pengelolaan risiko rantai pasok serta proses impor juga terus menjadi perhatian, seiring meningkatnya kebutuhan material dan peralatan untuk mendukung percepatan pekerjaan.
Dukungan SKK Migas terhadap pelaksanaan PSN Tangguh UCC turut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran proyek.
Dengan progres mencapai 54%, capaian 26 juta jam kerja aman, serta sejumlah pekerjaan utama yang telah diselesaikan, proyek Tangguh UCC menunjukkan perkembangan positif menuju tahap pelaksanaan berikutnya.
Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi kemajuan konstruksi, memastikan kesiapan operasi pemasangan pipa di Teluk Bintuni, serta mengendalikan risiko agar proyek dapat diselesaikan secara aman, berkualitas, dan sesuai jadwal.


