Rig PDSI#11.2 Unjuk Gigi di Papua, Sumur Salawati Semburkan 623 BOPD

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Papua Barat, Papua, ruangenergi.com— Kinerja positif kembali ditorehkan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI). Melalui Rig PDSI#11.2/N80B-M, perusahaan sukses mendukung pengeboran sumur pengembangan Salawati (SLW)-F002 milik PT Pertamina EP Cepu di wilayah kerja Salawati, Papua Barat Daya.

Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi upaya menjaga laju produksi migas nasional, terutama di tengah tantangan menjaga lifting tetap stabil. Sumur SLW-F002 yang dibor dengan metode directional J-type itu berhasil mencapai target kedalaman 2.093 meter measured depth (mMD), dengan seluruh tahapan pengeboran hingga uji produksi rampung dalam waktu 54 hari.

Tak hanya tepat target, operasi juga berjalan dengan catatan keselamatan kerja yang baik—sebuah indikator penting dalam industri hulu migas yang sarat risiko.

Hasil uji produksi awal pada 11 Juni 2026 menunjukkan sumur tersebut mampu menghasilkan 623 barel minyak per hari (BOPD) dari lapisan reservoir Kais. Produksi itu diperoleh menggunakan metode artificial lift Electric Submersible Pump (ESP), teknologi yang umum digunakan untuk mengoptimalkan pengangkatan minyak dari sumur.

Capaian ini bukan sekadar angka. Tambahan produksi dari SLW-F002 memperkuat kontribusi sektor hulu migas dalam menopang ketahanan energi nasional, sekaligus menegaskan bahwa rig-rig nasional masih menjadi tulang punggung operasi eksplorasi dan pengembangan.

Direktur Utama PT Pertamina Drilling Services Indonesia, Avep Disasmita, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan buah kolaborasi seluruh pekerja dan pemangku kepentingan yang terlibat.

Menurutnya, Rig PDSI#11.2 mampu menunjukkan performa optimal, baik dari sisi efisiensi waktu, keandalan peralatan, maupun penerapan standar HSSE selama operasi berlangsung.

“Keberhasilan pengeboran dan uji produksi sumur SLW-F002 menjadi bukti komitmen Pertamina Drilling dalam menghadirkan layanan pemboran yang andal, aman, dan efisien. Kinerja Rig PDSI#11.2 yang mampu menyelesaikan operasi sesuai target dengan standar HSSE yang baik menunjukkan kesiapan kami untuk terus mendukung peningkatan produksi migas nasional,” ujar Avep.

Keberhasilan di Salawati ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pertamina Group dalam mendorong operational excellence di sektor pemboran, sekaligus memperkuat peran industri nasional dalam mencapai target swasembada energi yang terus digenjot pemerintah.