Rp1,6 Triliun Menanti! Gas Sengeti Siap Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kabar baik datang dari sektor hulu migas nasional. Gas dari Lapangan Sengeti, Jambi, yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal, segera memasuki babak baru melalui kerja sama komersialisasi antara PT Pertamina EP (PEP) Jambi dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

Kedua perusahaan resmi menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan estimasi nilai kontrak mencapai Rp1,6 triliun. Kesepakatan ini membuka jalan bagi pemanfaatan potensi gas Sengeti untuk memperkuat pasokan energi domestik sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Penandatanganan PJBG dilakukan di sela kegiatan FOREK Hulu Migas 2026 di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Melalui perjanjian tersebut, PEP Jambi akan memasok gas lebih dari 5 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), dengan periode kontrak selama tujuh tahun terhitung mulai 1 Desember 2028.

Direktur 1 PT Pertamina EP Muhamad Arifin mengatakan, komersialisasi Lapangan Sengeti menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengoptimalkan potensi gas yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal.

Menurutnya, pengembangan lapangan gas yang terkendala akses pasar dan infrastruktur membutuhkan skema komersialisasi yang tepat agar dapat direalisasikan secara ekonomis.

“Melalui skema komersialisasi yang tepat, pengembangan Lapangan Sengeti menjadi semakin feasible untuk direalisasikan sehingga dapat mendukung kebutuhan energi domestik sekaligus peningkatan pemanfaatan gas bumi nasional,” ungkap Arifin.

Gas yang diproduksi dari Lapangan Sengeti nantinya akan disalurkan melalui jaringan pelanggan komersial PGN untuk memenuhi kebutuhan sektor industri dan kelistrikan di Sumatra dan wilayah sekitarnya.

Pemanfaatan gas ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pencapaian target produksi gas Regional 1 Sumatra, sekaligus memperkuat sinergi antara sektor hulu dan hilir migas.

Regional 1 menargetkan kontribusi gas dari Zona 1 sebesar 37% dari total target produksi gas Regional 1. Dalam hal ini, produksi Lapangan Sengeti diproyeksikan menyumbang sekitar 4% dari total produksi gas Zona 1.

Dengan adanya kepastian pasar melalui kontrak jangka panjang, potensi gas Sengeti diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Dorong ekonomi daerah

Komersialisasi Lapangan Sengeti tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi gas, tetapi juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Pasokan gas yang kompetitif dapat menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan industri lokal, membuka peluang usaha baru, serta menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

PEP juga melihat prospek permintaan gas di Sumatra masih terbuka seiring meningkatnya kebutuhan energi domestik dan peralihan menuju energi yang lebih bersih.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi perusahaan untuk mengoptimalkan potensi gas dari berbagai lapangan yang dikelola agar dapat terserap secara maksimal oleh pasar domestik.

Arifin menegaskan, kerja sama dengan PGN merupakan bagian dari komitmen Pertamina EP dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi nasional.

“Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina EP dalam mendukung pemanfaatan sumber daya energi nasional secara optimal, sekaligus memperkuat sinergi hulu-hilir untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan sektor industri,” tutupnya.

Perkuat pasokan gas untuk operasional WK Rokan

Selain PJBG untuk komersialisasi gas Lapangan Sengeti, PEP juga menandatangani amendemen PJBG dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Amendemen tersebut mengatur volume penyaluran gas dari pemerintah, dengan PEP akan memasok gas kepada PHR untuk mendukung kebutuhan operasional di Wilayah Kerja (WK) Rokan.

Rangkaian kesepakatan ini menjadi bagian dari inisiatif strategis Regional 1 Subholding Upstream Pertamina dalam menjaga keberlanjutan pasokan gas sekaligus mendukung produksi migas nasional.

Dengan kontrak komersialisasi yang telah diteken, Lapangan Sengeti kini memiliki peluang lebih besar untuk menjadi sumber pasokan gas domestik yang berkelanjutan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi perusahaan, industri, dan perekonomian daerah.