Streamlining Pertamina Dipacu, Struktur Korporasi Ditargetkan Makin Ramping

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Pertamina terus menggeber program streamlining untuk merapikan struktur korporasi dan membuat organisasi lebih sederhana, efisien, serta fokus pada bisnis inti. Dari rencana awal pengurangan jumlah entitas, struktur akhir Pertamina kini ditargetkan menjadi 133 entitas.

Ruangenergi.com membaca sebuah paparan bertajuk Program Streamlining Pertamina Group: Before & After menunjukkan, sebelum aksi korporasi, Pertamina Group memiliki 257 entitas. Jumlah tersebut terdiri dari 183 entitas yang masuk dalam proses penataan dan 74 entitas yang tetap dipertahankan karena faktor regulasi dan status joint venture (JV) dengan pihak eksternal.

Melalui proses streamlining, struktur tersebut semula diarahkan menjadi 153 entitas, atau berkurang 104 entitas dibandingkan kondisi awal.

Namun, proses penataan korporasi terus berkembang. Dalam pembaruan terbaru, struktur end-state Pertamina ditargetkan menjadi 133 entitas, sementara objek yang masuk dalam program streamlining bertambah dari 104 menjadi 124 entitas.

Artinya, Pertamina tidak sekadar melakukan pengurangan jumlah perusahaan, tetapi juga menata kembali fungsi, kepemilikan, dan peran masing-masing entitas agar tidak terjadi tumpang tindih bisnis.

Dalam paparan tersebut, streamlining dilakukan melalui tiga jalur utama, yakni likuidasi, divestasi, serta merger/konsolidasi.

Pada jalur likuidasi, sejumlah entitas yang sudah tidak aktif menjadi sasaran penataan. Langkah ini mencakup entitas nonaktif di lingkungan subholding maupun beberapa entitas lain yang dinilai tidak lagi memiliki fungsi strategis.

Sementara itu, melalui divestasi, sejumlah bisnis dan aset akan ditata kembali, antara lain yang berkaitan dengan IHC Group, PAS Group, sektor asuransi, LPVP, serta fabrikasi.

Adapun jalur merger dan konsolidasi diarahkan untuk memperkuat skala bisnis sekaligus menghilangkan duplikasi. Salah satu konsep yang diusung adalah pembentukan dual champion di bidang EPC dan O&M, penataan layanan upstream melalui konsolidasi Elnusa-PDSI, serta penataan bisnis terkait regasifikasi.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa streamlining Pertamina bukan semata-mata agenda memangkas jumlah anak usaha. Lebih jauh, program ini diarahkan untuk membangun struktur korporasi yang lebih sederhana dengan fungsi bisnis yang lebih jelas.

Dengan target 133 entitas, Pertamina kini memasuki fase penting dalam transformasi struktur grup. Tantangannya adalah memastikan setiap aksi korporasi benar-benar menghasilkan efisiensi, memperkuat daya saing, sekaligus menjaga kemampuan Pertamina menjalankan mandat strategisnya di sektor energi nasional.