Jakarta, ruangenergi.com-Industri pertambangan nasional tengah bergerak menuju wajah baru yang lebih ramah lingkungan dan terbuka kepada publik. Di tengah meningkatnya tuntutan global terhadap praktik bisnis berkelanjutan, sektor tambang kini tidak lagi hanya berbicara soal produksi dan keuntungan, tetapi juga bagaimana menjaga keseimbangan lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau Environmental, Social, and Governance (ESG).
Perubahan paradigma itu terlihat kuat di tubuh MIND ID. Holding industri pertambangan BUMN tersebut semakin menempatkan keberlanjutan sebagai fondasi utama proses bisnis, sekaligus memperkuat komunikasi publik untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap industri tambang nasional.
Di balik strategi tersebut, peran public affairs dinilai menjadi kunci penting dalam memastikan agenda ESG tidak hanya berjalan di tingkat holding dan operasional, tetapi juga dipahami secara utuh oleh masyarakat melalui dialog yang terbuka dan hubungan yang konstruktif dengan berbagai pemangku kepentingan.
Atas kontribusinya dalam memperkuat implementasi ESG dan public affairs di lingkungan holding, Head of Institutional Relations MIND ID, Selly Adriatika, menerima penghargaan Leading Woman in ESG & Public Affairs Leadership dalam ajang Leading Women Awards yang digelar media nasional pada Selasa (5/5/2026).
Menurut Selly, keberlanjutan di industri tambang tidak bisa dibangun hanya melalui program teknis semata. Transparansi dan komunikasi publik menjadi elemen penting agar masyarakat memahami manfaat nyata yang dihasilkan sektor pertambangan.
“Keberlanjutan di industri tambang perlu dibangun di atas prinsip transparansi dan dialog. Komunikasi menjadi jembatan agar program dan manfaat yang dihasilkan dari sektor pertambangan dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat,” ujarnya.
Komitmen keberlanjutan MIND ID sendiri tercermin dari berbagai capaian konkret di lapangan. Secara kumulatif, Grup MIND ID telah melakukan reklamasi lebih dari 7.200 hektare lahan dan menanam lebih dari 6 juta pohon di berbagai wilayah operasional tambang.
Tak hanya itu, perusahaan juga terus menjalankan program dekarbonisasi melalui efisiensi energi, penggunaan bahan bakar rendah karbon, hingga peningkatan pemanfaatan energi terbarukan sebagai bagian dari transformasi industri hijau nasional.
Di sisi komunikasi publik, MIND ID aktif membangun ruang dialog dengan berbagai pihak, mulai dari Kementerian dan Lembaga, DPR, asosiasi industri, hingga pemerhati sektor tambang di tingkat nasional maupun daerah. Dalam berbagai forum tersebut, perusahaan secara terbuka menyampaikan perkembangan proyek strategis sekaligus langkah mitigasi sosial dan lingkungan yang dijalankan.
Menariknya, pendekatan komunikasi MIND ID tidak berhenti pada forum formal. Perusahaan juga menghadirkan Kompetisi Karya Jurnalistik MediaMIND yang melibatkan media, akademisi, hingga masyarakat umum untuk menggali perspektif publik terhadap industri tambang.
Selain itu, MIND ID juga menjalankan program Junior Fun Fest sebagai upaya memperkenalkan konsep pertambangan berkelanjutan kepada generasi muda Indonesia dengan pendekatan yang lebih kreatif dan edukatif.
Bagi Selly, di industri yang padat regulasi dan memiliki sensitivitas tinggi seperti pertambangan, komunikasi bukan sekadar aktivitas pencitraan. Public affairs kini menjadi bagian penting dari manajemen risiko sekaligus strategi membangun kepercayaan publik.
“Public Affairs bagi MIND ID adalah cara menyampaikan pesan secara baik kepada publik, untuk menjaga kepercayaan dan reputasi agar perusahaan dapat terus memberi kontribusi optimal bagi Indonesia dan masyarakat,” tegasnya.
Transformasi yang dijalankan MIND ID menunjukkan bahwa masa depan industri tambang Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekayaan mineral yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan membangun keberlanjutan, transparansi, dan kepercayaan publik secara bersamaan.


