Teman-Teman di SKK Migas Sedang Pelajari Teknologi yang Ada di Dunia untuk Angkut Minyak Berat di Zulu

Jakarta, ruangenergi.com- Minyak berat (heavy oil) diindikasikan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) ada di Lapangan Zulu milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), di Jawa Barat.

Minyak mentah berat (atau minyak mentah ekstra berat ) adalah minyak yang sangat kental yang tidak dapat dengan mudah mengalir dari sumur produksi dalam kondisi reservoir normal.

“Kita mendorong untuk pertamina segera menyampaikan proposalnya. tapi yang perlu diketahui bahwa yang untuk Zulu itu minyak berat. Jadi minyak berat, kalau di darat ini minyak berat ini biasanya pengembangannya dengan steam. Jadi dimasukin steam supaya jadi cair terangkat nah masalahnya ini adalah di laut, di offshoe sehingga memproduksi steam nya itu yang kerepotan. Tapi ini kita akan pelajari apakah ini mungkin akan pakai tapi ini kami pelajari apakah pakai chemical, dsb. Tapi tentu ongkosnya jadi mahal. Tapi what ever lah teman-teman sedang mempelajari teknologi-teknologi di dunia yang mungkin bisa diaplikasikan. Sedangkan kalau GQX saya kira itu di darat dan tidak berat minyaknya. Jadi kita nunggu nanti proposalnya dari Pertamina, tapi lepas dari itu kita akan diskusi-diskusi,” kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto di sela-sela pelantikan APK DEN, Senin (01/04/2024), di Jakarta.

Dalam catatan ruangenergi.com, sewaktu Jonly Sinulingga menjabat Dirut PHE ONWJ di tahun 2015, dia mengatakan bahwa PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) sukses melakukan dua proyek krusial lain di tahun ini, yaitu reaktivasi Lapangan Zulu dan proyek pemasangan Gas Lift Compressor di Lapangan KL.

Reaktivasi Lapangan Zulu telah berhasil dilakukan pada 31 Mei 2015 lalu dan diharapkan mampu menyumbang tambahan produksi minyak sekitar 500 BOPD. Sedangkan proyek pemasangan Gas Lift Compressor telah selesai pada 14 Juni 2015 lalu.

“Proyek ini dilakukan untuk menjamin kelangsungan produksi dan efektivitas produksi gas dari Lapangan KL yang mampu menyumbang produksi sekitar 4.000 barel minyak per hari BOPD dan 32-38 MMSCFD,” kata Jonly di Jakarta, Rabu (8/7/2015).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *