Djoko Siswanto Laporkan Kinerja Positif Hulu Migas, Sumur AKP-002 Melejit

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com— SKK Migas melaporkan keberhasilan kegiatan well intervention di Lapangan Akasia Prima, Pertamina EP Zona 7 Region 2 Asset 3, yang menghasilkan tambahan produksi signifikan dari sumur AKP-002 di Field Jatibarang, Jawa Barat.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, dalam laporannya kepada Menteri ESDM, Wakil Menteri ESDM, Komwas SKK Migas, dan jajaran pimpinan industri hulu migas pada Sabtu (30/5/2026), menyampaikan bahwa sumur tersebut berhasil mencatat laju alir akhir sebesar 2.546 barel minyak per hari (BOPD) secara natural flow.

Capaian itu hampir tiga kali lebih tinggi dibanding target awal sebesar 896 BOPD.

Kegiatan well intervention pada sumur AKP-002 dimulai sejak 11 Mei 2026 menggunakan Rig 550 HP. Pekerjaan meliputi re-perforasi lapisan GL interval 2340–2346 meter measured depth (mMD), perforasi lapisan CGL interval 2334,5–2340 mMD, serta pekerjaan CTU solvent dan unload job menggunakan nitrogen (N2).

“Pada tanggal 28 Mei 2026 rig dinyatakan release dan setelah itu dilakukan uji produksi dengan hasil laju alir akhir mencapai 2.546 BOPD secara natural flow,” tulis Djoko dalam laporannya, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com.

Ia menambahkan, sumur tersebut langsung dapat diproduksikan atau put on production setelah uji produksi selesai dilakukan.

Secara operasional, pekerjaan sumur dikerjakan menggunakan Rig ADI#12 dengan total waktu pekerjaan selama 17 hari.

SKK Migas juga menyampaikan optimismenya terhadap program pengeboran dan workover hingga akhir 2026. Tercatat masih ada rencana pengeboran 34 sumur eksplorasi, 617 sumur pengembangan, 564 kegiatan workover, serta 25.265 kegiatan perawatan sumur.

Program tersebut diharapkan dapat membantu menahan penurunan produksi di lapangan-lapangan utama seperti Banyu Urip dan Rokan yang mengalami tantangan unplanned shutdown dan penurunan kondisi reservoir.

“Insya Allah bersama kita bisa. Lifting naik: BISA, BISA, BISA,” ujar Djoko dalam laporannya.