LIBO, ruangenergi.com — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan secara resmi mengoperasikan fasilitas penunjang produksi baru berupa Early Production Facility (EPF) di Libo Gathering Station (GS). Langkah strategis ini diresmikan melalui momentum apresiasi bertajuk “New Chapter, Greater Production, Brighter Future Libo Operation” yang digelar di area Libo GS, Kabupaten Siak, Senin (24/8/2026).
Peresmian fasilitas ini menjadi solusi konkret perusahaan dalam memaksimalkan produksi minyak serta peningkatan kapasitas penampungan dan pengolahan (facility constraint). Beroperasinya EPF Libo GS ini sekaligus memperkuat keandalan operasional dalam mengalirkan hasil produksi migas dari lapangan Libo secara lebih optimal.
General Manager (GM) Zona Rokan, Andre Wijanarko, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan wujud nyata komitmen seluruh insan Pertamina dalam menjaga stabilitas produksi energi nasional.
“Keberhasilan pengoperasian fasilitas EPF di Libo GS ini adalah bukti nyata sinergi dan kontribusi kita bersama. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kapasitas dan keandalan operasional di Libo, tetapi juga menjadi bagian penting dari komitmen bersama untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Selain peresmian EPF, momentum ini juga menjadi ajang penghargaan atas keberhasilan penyelesaian serangkaian proyek strategis lainnya di area Libo, seperti penggantian cerobong pembakaran gas serta pengerjaan Integrated Fire Alarm System (IFAS) serta Public Address & General Alarm (PAGA) Libo. Seluruh proyek tersebut berhasil diselesaikan dengan aman, selamat, serta tepat sasaran sesuai indikator kinerja utama (KPI) fungsi Project & Technical Engineering.
Pencapaian ini merupakan buah dari kolaborasi erat lintas fungsi di lingkungan PHR, seperti fungsi PTE, Operations, Maintenance, hingga Operations Support & Facilities (OSF), serta dukungan dari para mitra kerja seperti PT PSI dan PT WKS.
Keberhasilan berbagai proyek di Libo ini menjadi pondasi kokoh untuk membuka babak baru bagi operasional Libo Operation menuju sistem kerja yang semakin andal, aman, efektif, dan produktif demi mendukung pencapaian produksi migas WK Rokan yang lebih gemilang di masa depan.
“Saya mengajak seluruh Perwira dan mitra kerja untuk tidak berhenti di sini, mari terus berkolaborasi, menjaga keselamatan kerja, dan memberikan kontribusi terbaik bagi negeri,” tutur Andre Wijanarko.
Pengoperasian EPF Libo GS ini melengkapi rekam jejak keberhasilan teknis dan pencapaian efisiensi tinggi PHR di Lapangan Libo.
Sebelumnya, PHR sukses menuntaskan proyek Libo Substation Upgrade dengan meningkatkan kapasitas Gardu Induk Libo dari 10,5 MVA menjadi 24,5 MVA dua bulan lebih cepat dari target Work Program & Budget (WP&B). Penguatan infrastruktur kelistrikan ini menjadi tulang punggung vital untuk menyokong keandalan pasokan listrik fasilitas produksi seperti Electrical Submersible Pump (ESP) dan Water Injection Pump (WIP), yang terbukti berhasil mendorong performa uji produksi sumur Libo SE #86 hingga mencatatkan angka spektakuler mencapai 1.274 BOPD tanpa kandungan air (0% Water Cut).
Keberhasilan berkelanjutan di Lapangan Libo ini tak lepas dari penerapan teknologi hulu migas mutakhir dan kepatuhan tinggi terhadap aspek Health, Safety, and Environment (HSE)

