Catat Ya, SKK Migas-SAKA Pacu Eksplorasi, Manpatu-1 Bidik Gas dan Kondensat

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Balikpapan, Kaltim, ruangenergi.com-Semangat eksplorasi migas kembali bergerak di Kalimantan Timur. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama PT SAKA Energi Sepinggan (SES) kini memasuki tahap akhir persiapan pengeboran Sumur Eksplorasi Saka Manpatu-1 (SM-1) di Wilayah Kerja (WK) Eksplorasi Pekawai.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan, pengeboran sumur eksplorasi tersebut ditargetkan mulai atau tajak pada 18 September 2026.

“Semangat eksplorasi,” menjadi penekanan dalam laporan Djoko kepada Menteri ESDM, Wakil Menteri ESDM, Komwas SKK Migas, serta jajaran pimpinan terkait.

Saat ini Rig Soehanah telah berada dalam tahapan persiapan akhir untuk menjalankan pengeboran SM-1. SKK Migas dan SES masih mengawal penyelesaian sejumlah aspek teknis dan operasional, mulai dari kesiapan rig, instalasi dan integrasi peralatan service company, pengujian sistem, hingga kesiapan personel dan aspek keselamatan.

Bukan sekadar mengebor, sumur ini membawa target untuk membuka cerita baru mengenai potensi hidrokarbon di Struktur Saka.

Sumur SM-1 dirancang menggunakan metode directional drilling dengan profil S-type. Kedalaman akhir yang direncanakan mencapai sekitar 12.000 ftTVDSS, dengan estimasi waktu operasi pengeboran sekitar 91,07 hari.

Ada dua sasaran utama yang hendak dievaluasi, yakni Sepinggan Carbonate Sequence (SCS) dan Sepinggan Deltaic Sequence (SDS).

Struktur Saka Manpatu sendiri diperkirakan menyimpan Estimated Total Inplace (P50) sebesar 108,5 miliar kaki kubik (Bcf) gas.

Angka tersebut menjadi salah satu daya tarik utama eksplorasi SM-1. Pengeboran diharapkan mampu membuktikan keberadaan hidrokarbon sekaligus menghasilkan data geologi dan reservoir yang lebih lengkap.

Data tersebut nantinya penting untuk melihat seberapa jauh potensi sumber daya yang ada, termasuk memahami kontinuitas reservoir dan peluang pengembangan lebih lanjut.

Tak hanya gas, laporan Djoko juga menyampaikan harapan agar eksplorasi SAKA dapat menemukan gas dan kondensat dengan hasil yang melampaui target yang telah ditetapkan.

Eksplorasi sebagai Mesin Penambah Sumber Daya

Bagi SKK Migas, pengeboran SM-1 memiliki arti lebih besar daripada sekadar keberhasilan satu sumur.

Setiap temuan eksplorasi merupakan bagian dari upaya memperbesar basis sumber daya dan cadangan migas nasional di tengah kebutuhan menjaga kesinambungan produksi dalam jangka panjang.

Jika objektif eksplorasi berhasil dicapai, Struktur Saka Manpatu berpeluang menjadi pijakan untuk tahapan evaluasi dan pengembangan berikutnya.

Karena itu, koordinasi antara SKK Migas, SES, kontraktor, dan seluruh service company terus diperkuat agar pekerjaan berlangsung sesuai program.

Aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama. Seluruh pihak diminta memastikan operasi berjalan aman, efektif dan efisien, dengan tetap menjaga integritas teknis, kepatuhan terhadap ketentuan, serta perlindungan lingkungan.

18 September 2026 kini menjadi tanggal yang ditunggu. Rig Soehanah akan menjadi titik awal untuk menguji apakah harapan terhadap potensi hidrokarbon di Struktur Saka Manpatu benar-benar dapat dibuktikan di bawah permukaan bumi.

Djoko pun menutup laporannya dengan doa dan optimisme agar eksplorasi SAKA menghasilkan hidrokarbon sesuai harapan, bahkan melebihi target.

“Doa & BISA. Lifting Naik: BISA BISA BISA,” demikian semangat yang disampaikan dalam laporan tersebut.