Abu Dhabi, UAE, ruangenergi.com – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) memanfaatkan ajang Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) untuk mempromosikan potensi migas Aceh sekaligus membuka peluang kemitraan strategis dengan investor dan pemilik teknologi dari berbagai negara.
Dalam forum internasional tersebut, BPMA akan menyoroti tiga fokus utama, yakni potensi migas Aceh, perkembangan eksplorasi dan eksploitasi, serta pembangunan infrastruktur migas di wilayah tersebut.
Perkembangan sektor migas Aceh dinilai menunjukkan tren positif sejak BPMA berdiri. Peningkatan produksi terus diupayakan, baik dari lapangan di darat maupun lepas pantai.
Namun, BPMA melihat masih banyak potensi yang perlu dikembangkan melalui investasi, teknologi, dan kerja sama dengan mitra strategis.
Arun dan Kuala Langsa Jadi Andalan Promosi
Salah satu agenda utama BPMA di ADIPEC adalah mempromosikan potensi penyimpanan karbon di Arun, Aceh.
Melalui tema Leveraging Arun Carbon Capture and Storage Potential Through Strategic Partnership, BPMA akan menawarkan potensi penyimpanan karbon di Arun yang diperkirakan mencapai 10 juta metrik ton CO2.
Potensi tersebut diharapkan dapat dikembangkan melalui kemitraan strategis, dengan Pema Global Energi (PGE) sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam pengembangan hub penyimpanan karbon tersebut.
Selain Arun, BPMA juga akan mengangkat potensi lapangan gas Kuala Langsa yang memiliki kandungan karbon dioksida (CO2) tinggi.
Melalui tema High CO2 Gas Resources of Kuala Langsa Field: Challenges and Commercial Opportunities, BPMA ingin memperkenalkan tantangan teknis sekaligus peluang komersial dari pengembangan lapangan tersebut.
Kandungan CO2 yang tinggi menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan gas Kuala Langsa. Karena itu, BPMA akan membuka ruang diskusi dengan para pemilik teknologi untuk mencari solusi yang memungkinkan sumber daya tersebut dapat dimanfaatkan secara ekonomis.
Bidik Teknologi untuk Genjot Produksi
BPMA juga akan memanfaatkan forum bisnis di ADIPEC untuk menjaring investor baru dan pemilik teknologi yang dapat mendukung peningkatan produksi migas Aceh.
Teknologi yang menjadi perhatian antara lain Enhanced Oil Recovery (EOR), Enhanced Gas Recovery (EGR), serta teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS).
Kehadiran Kepala BPMA, Mawardi Nur, diharapkan dapat memperkuat interaksi dengan para pemangku kepentingan, khususnya dari kawasan Timur Tengah.
Melalui pertemuan tersebut, BPMA berharap potensi migas Aceh dapat semakin dikenal dan menarik minat perusahaan yang memiliki modal, teknologi, maupun pengalaman dalam pengembangan lapangan migas.
Buka Peluang Eksplorasi Wilayah Selatan Aceh
Di luar pengembangan lapangan yang sudah ada, BPMA juga berupaya membuka peluang eksplorasi di wilayah yang masih memiliki keterbatasan data seismik.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah wilayah lepas pantai selatan Aceh, termasuk sekitar Simeulue.
BPMA berharap dapat menjalin kerja sama dengan perusahaan survei seismik multiklien untuk mengungkap potensi geologi di wilayah tersebut.
Data seismik yang lebih lengkap nantinya diharapkan menjadi dasar bagi pelaksanaan studi bersama atau joint study, sebelum wilayah kerja migas ditawarkan untuk dikembangkan lebih lanjut.
Meski sejumlah riset terdahulu mengindikasikan potensi yang menarik, BPMA menilai potensi tersebut masih perlu dibuktikan melalui kegiatan eksplorasi dan pengumpulan data yang memadai.
Saat ini, dua wilayah kerja yang disebut cukup aktif di kawasan tersebut adalah ONWA dan OSWA. Keduanya masih dalam proses pengembangan, dengan peluang pengeboran yang diharapkan dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Potensi Besar, Perlu Ikhtiar Serius
BPMA menegaskan bahwa Aceh masih memiliki potensi migas yang menjanjikan. Namun, potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat optimal apabila tidak diikuti upaya pengembangan yang serius.
Promosi di ADIPEC menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan potensi sumber daya Aceh dengan investor dan pemilik teknologi yang tepat.
Dengan dukungan investasi, teknologi, dan kerja sama strategis, BPMA berharap sumber daya migas yang telah lama diketahui keberadaannya dapat segera dikembangkan menjadi produksi yang memberikan manfaat bagi Aceh dan ketahanan energi nasional.


