Ida Nuryatin Fiahari

Dampak Covid-19, Pemerintah Perpanjang Stimulus Ketenagalistrikan Hingga Desember 2021

Jakarta, Ruangenergi.com – Pemerintah memutuskan kembali melakukan pemberian perpanjangan stimulus listrik pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, sektor ketenagalistrikan kepada masyarakat.

Hal tersebut dilakukan, dalam rangka menghadapi dampak Covid-19, dan memperhatikan kondisi masyarakat dan juga daya saing industri serta bisnis saat ini.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan, Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ida Nuryatin Finahari, mengatakan, stimulus ketenagalistrikan tersebut adalah pemberian diskon tarif tenaga listrik bagi pelanggan rumah tangga 450 VA dan juga 900 VA subsidi, pelanggan industri kecil daya 450 VA serta pembebasan biaya beban, abonemen dan juga penerapan ketentuan rekening minimum kepada pelanggan sosial, pelanggan bisnis industri dan juga layanan khusus PT PLN (Persero).

“Di dalam pengaturan tarif tenaga listrik yang disediakan oleh PLN, diatur dalam Peraturan Menteri ESDM (Permen ESDM) Nomor 28 tahun 2016 jo Permen ESDM Nomor 3 tahun 2020, tentang Tarif Tenaga Listrik Yang Disediakan oleh PLN, bahwa terdapat 38 pelanggan PLN, yang terdiri dari 25 golongan subsidi dan 13 non subsidi,” kata Ida, dalam diskusi media “Perpanjangan Stimulus Listrik dari Pemerintah pada masa PPKM”, yang disiarkan melalui platform aplikasi Zoom dan Channel YouTube Ruang Energi, Kamis (22/07).

“Pada golongan subsidi u tuk golongan sosail, rumah tangga, bisnis kecil dan industri kecil, mendapatkan stimulus ketenagalistrikan” terangnya.

Di mana, subsidi listrik diberikan kepada 25 golongan pelanggan dengan besaran selisih antara BPP+Margin 7% dengan tarif tenaga listrik yang berlaku (untuk Tegangan Rendah Rp 1.530/kWh) dan Tegangan Menengah sebesar Rp 1.285/kWh, sesuai APBN 2021.

“Untuk golongan sosial, rumah tangga, bisnis dan industri selain mendapatkan subsidi listrik, juga mendapatkan program stimulus ketenagalistrikan,” beber Ida.

Adapun sebanyak 25 golongan pelanggan yang mendapat stimulus tarif tenaga listrik yakni golongan tarif Sosial terdapat 7 golong yaitu pelanggan S-1/TR 220 VA; S-2/TR (450 VA, 900 VA, 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.500 VA s/d 200 kVA) dan S-3/TM di atas 200 kVA.

Webinar Ruang Energi

Selanjutnya, golongan tarif Rumah Tangga sebanyak 2 golong yakni R-1/TR (450 VA, dan 900 VA).

Lalu, golongan tarif Bisnis Kecil sebanyak 4 golong yaitu B-1/TR (450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA s/d 5.500 VA).

Golongan tarif Industri Kecil sebanyak 6 golongan yaitu I-1/TR (450 Vaa, 900 VA, 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 VA s/d 14 kVA), dan I-2/TR >14 kVA s/d 200 kVA.

BACA JUGA  DWP Kementerian ESDM Salurkan Donasi Kemanusiaan Bencana Alam

Pada golongan Pemerintah sebanyak 4 golongan yakni P-1/TR (450 VA, 900 VA, 1.300 VA dan 2.200 VA s/d 5.500 VA). Tidak mendapat subsidi.

Pada golongan traksi dan curah masing-masing 1 golong yakni T/TM di atas 200 kVA dan C/TM di atas 200 kVA. Pada golongan ini tidak mendapatkan subsidi.

Sementara, terdapat 13 golongan tarif pelanggan yang non subsidi yaitu golongan tarif Rumah Tangga sebanyak 5 golongan di antaranya R-1/TR 900 VA-RTM, 1.300 VA, dan 2.200 VA), R-2/TR 3.500 VA s.d 5.500 VA dan R-3/TR 6.600 VA keatas.

Lalu golongan tarif pelanggan Bisnis Besar terdapat 2 golongan yaitu B-2/TR 6.600 VA s.d 200 kVA dan B-3/TM diatas 200 kVA. Masih mendapatkan subsidi.

Lalu, pelanggan Industri Besar sebanyak 2 golongan yakni I-3/TM diatas 200 kVA dan I-4/TT 30.000 kVA ke atas. Masih mendapatkan subsidi.

Direktur Pembinaan Ketenagalistriakn Ida Nuryatin Finahari

Sedangkan untuk tarif pelanggan golongan Pemerintah sebanyak 3 pelanggan yakni P-1/TR 6.600 VA s.d 200 kVA, P-2/TM di atas 200 kVA, dan P-3/TR..

Kemudian untuk pelanggan tarif Layanan Khusus terdapat 1 pelanggan yakni L/TR, TM, TT.

Sesuai dengan UU nomor 30 tahun 2007 tentang Energi UU nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menyediakan dana untuk kelompok masyarakat tidak mampu.

Untuk tahun 2020, kata Ida, besaran realisasi subsidi listrik sebesar Rp 47,99 Triliun dan untuk tahun 2021 sebesar Rp 53,59 Triliun sesuai APBN.

“Anggaran ini belum termasuk stimulus Ketenagalistrikan dalam rangka menghadapi dampak Covid-19,” paparnya.

Selain itu, pada 2020 Pemerintah juga memberikan stimulus keringanan tagihan listrik, di mana realisasi anggaran tahun 2020 sebesar Rp 13.155,30 Triliun. Yang jumlah tersebut diberikan kepada pelanggan penerima manfaat sebanyak 33.036.014 pelanggan, melalui mekanisme pemberian diskon tarif 100% termasuk bagi pelanggan rumah tangga daya 450 VA, pelanggan bisnis kecil daya 450 VA dan pelanggan industri kecil daya 450 VA.

Kemudian, pemerintah juga memberikan diskon tarif 50% bagi pelanggan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi, serta diberikan pembebasan daya beban abonemen dan juga penerapan ketentuan rekening minimum bagi pelanggan sosial, bisnis dan industri serta layanan khusus PLN.

“Stimulus Ketenagalistrikan ini diperpanjang dari Januari sampai Juni 2021 realisasi pemberian stimulus sektor ketenagalistrikan ini sebesar Rp 6.74,96 Triliun, yang diberikan kepada 32.902.094 pelanggan, dari total yang dianggarkan sebesar Rp 6.934,73 Triliun untuk target 33.984.270 pelanggan,” tutupnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *