Kabar Baik dari Aceh! Dua Sumur WK A Siap Tambah Pasokan Gas Nasional

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Banda Aceh, Aceh, ruangenergi.com– Upaya meningkatkan produksi gas nasional terus bergerak dari Aceh. Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama Medco E&P Malaka berhasil mencatat kemajuan penting melalui program workover di dua sumur Wilayah Kerja (WK) A, yakni Sumur JR-74 dan JR-38A. Dari dua sumur tersebut, potensi tambahan produksi gas diperkirakan mencapai sekitar 7 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa optimalisasi sumur-sumur eksisting masih menyimpan peluang besar untuk menopang pasokan energi nasional tanpa harus menunggu penemuan lapangan baru.

Sumur JR-74 menjadi pencapaian pertama yang berhasil diselesaikan dengan selamat, aman, dan sesuai jadwal. Melalui serangkaian pekerjaan teknis mulai dari cement remediation, squeeze cementing, perforasi, pemasangan single selective completion, hingga swab well kick pada Formasi Upper Keutapang (UK-4) dan UK-5, sumur tersebut kembali menunjukkan performa yang menjanjikan.

Kepala Divisi Operasi Produksi BPMA, Ibnu Hafizh, mengatakan hasil evaluasi menunjukkan kedua zona mampu mengalirkan gas ke permukaan dengan performa yang sangat baik.

“Pekerjaan ini berhasil mengembalikan potensi produksi gas dari Formasi UK-4 dan UK-5 dengan estimasi tambahan produksi sekitar 5 MMSCFD,” ujar Ibnu.

Menurutnya, tahap berikutnya adalah pelaksanaan well test untuk memastikan laju produksi masing-masing zona sebelum sumur resmi masuk ke fase produksi.

Di sisi lain, Sumur JR-38A juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Program workover yang dimulai pada 18 Juli 2026 melibatkan sejumlah tahapan teknis, mulai dari pencabutan injection string, pembersihan casing, pemasangan lower packer, hingga perforasi pada Formasi BB Sand.

Operasi kemudian dilanjutkan dengan pemasangan Dual Completion, sebuah konfigurasi yang memungkinkan zona produksi dan zona injeksi beroperasi secara bersamaan melalui dua tubing terpisah sehingga meningkatkan fleksibilitas operasi lapangan.

Hasil injectivity test pada 30 Juli 2026 mencatat laju injeksi sebesar 3,2 bpm pada tekanan 1.000 psi, atau setara sekitar 4.600 BWIPD. Sehari kemudian, pelaksanaan swab well kick berhasil mengalirkan gas ke permukaan dengan estimasi potensi produksi sekitar 2 MMSCFD.

Pekerjaan menggunakan rig telah dijadwalkan selesai pada 1 Agustus 2026, sebelum dilanjutkan dengan well test campaign secara rigless guna memastikan besaran produksi gas dari Formasi BB Sand.

Keberhasilan JR-74 dan kemajuan signifikan pada JR-38A menunjukkan sinergi BPMA dan Medco E&P Malaka dalam memaksimalkan potensi lapangan yang telah berproduksi. Dengan mengandalkan penerapan teknologi, disiplin keselamatan kerja, dan eksekusi operasi yang terencana, tambahan produksi sekitar 7 MMSCFD diharapkan segera terealisasi.

Tambahan pasokan tersebut bukan hanya akan memperkuat kontribusi Aceh terhadap produksi gas nasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan energi Indonesia melalui optimalisasi aset-aset migas yang sudah ada.