Ketika Bella Mengalirkan Gas, Good News! Paten!

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Kabar positif datang dari kegiatan pengeboran Sumur Pengembangan Bella-5 yang dioperasikan PT SDA South Bengara II di Kalimantan Utara. SKK Migas melaporkan, sumur tersebut menunjukkan respons aliran gas positif dalam rangkaian well testing melalui Drill Stem Test (DST) #2.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam laporan pada Rabu (16/9/2026) menyampaikan bahwa pengeboran Sumur Bella-5 telah berhasil mencapai kedalaman 2.836 ftMD/2.836 ftTVD dan kini memasuki tahapan pengujian sumur.

Yang menarik, hasil pengujian terakhir menunjukkan laju produksi gas mencapai 4,3 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Angka tersebut setara sekitar 213% dari target 2 MMSCFD yang ditetapkan.

Pengujian dilakukan dengan membuka choke atau kran hingga 64/64 inci, dengan tekanan kepala sumur (Pressure Well Head/Pwh) sebesar 191 psi. Sementara tekanan bawah sumur (Pressure Well Bore/Pwb) tercatat sekitar 1.800 psi.

“Alhamdulilah, hasil test terakhir bukaan choke/kran 64/64 inci pada tekanan kepala sumur Pwh 191 Psi, tekanan bawah sumur/reservoar Pwb 1.800 Psi didapatkan produksi sebesar 4,3 juta scfd atau 213 persen lebih besar dari target 2 juta scfd,” demikian laporan Djoko Siswanto seperti diceritakan kepada ruangenergi.com

Sebelumnya, pada pelaksanaan DST #2, pengujian awal melalui separator telah menunjukkan adanya aliran gas tanpa produksi cairan yang terukur.

Pada bukaan choke 56/64 inci, laju alir gas tercatat sekitar 4 MMSCFD, juga tanpa produksi kondensat yang terukur.

Respons aliran gas tersebut menunjukkan kecenderungan positif seiring dengan peningkatan bukaan choke. Namun, SKK Migas menegaskan bahwa rangkaian DST #2 masih perlu diselesaikan secara menyeluruh sebelum kesimpulan final mengenai deliverability dan potensi produksi Sumur Bella-5 ditetapkan.

Data tekanan dan karakteristik reservoir dari keseluruhan rangkaian pengujian masih akan dievaluasi.

Dari sisi operasional, Sumur Bella-5 dibor menggunakan Land Rig ETT-01 berkapasitas 750 HP.

Berdasarkan laporan operasi per 14 September 2026, kegiatan pengeboran telah memasuki hari operasi ke-52. Setelah mencapai kedalaman akhir, pekerjaan berlanjut ke tahap komplesi dan pengujian sumur untuk memperoleh data reservoir sekaligus mengevaluasi kemampuan alir sumur.

Di balik capaian produksi gas yang melampaui target, SKK Migas juga mencatat adanya tantangan dari sisi biaya.

Hingga periode pelaporan, realisasi biaya kumulatif Sumur Bella-5 mencapai sekitar USD 4,76 juta, atau 103,94% dari nilai Authorization for Expenditure (AFE) sebesar USD 4,58 juta.

Dengan DST #2 yang masih berlangsung dan membutuhkan waktu sekitar lima hari, biaya akhir kegiatan diperkirakan berpotensi melampaui 110% dari AFE.

SKK Migas dan SDA South Bengara II pun terus melakukan pengendalian biaya dengan tetap mempertahankan aspek keselamatan, integritas sumur serta kualitas data hasil pengujian.

Hasil Bella-5 menjadi pijakan penting untuk melanjutkan pengembangan lapangan. Setelah rangkaian pengujian selesai, program berikutnya adalah pengeboran tiga sumur tambahan sesuai Plan of Development (POD) dan alokasi gas yang telah ditetapkan.

Dalam laporannya, SKK Migas menyebut alokasi gas tersebut merupakan bagian dari kebijakan yang telah ditegaskan Menteri ESDM pada November 2024.

Yang tak kalah menarik, gas dari lapangan ini ditargetkan dapat segera dimanfaatkan di sisi hilir.

SKK Migas menyampaikan bahwa gas tersebut ditargetkan onstream pada tahun ini untuk kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku mini LNG melalui skema hilir yang dikembangkan PT NES.

Pembangunan Mini LNG Plant tersebut saat ini tengah berlangsung di Berau, Kalimantan Utara.

Dengan demikian, keberhasilan Bella-5 bukan hanya soal angka produksi di kepala sumur. Jika seluruh tahapan pengembangan berjalan sesuai rencana, tambahan produksi gas tersebut akan terhubung dengan fasilitas hilir dan membuka peluang pemanfaatan gas secara lebih optimal di wilayah Kalimantan Utara.

“Insya Allah tahun ini juga akan onstream gasnya dijadikan mini LNG skema hilir oleh PT NES yang saat ini sedang dalam pembangunan mini LNG Plant-nya terletak di Berau Kalut,” demikian laporan tersebut.

Bagi SKK Migas dan SDA South Bengara II, capaian Bella-5 menjadi kabar positif di tengah upaya menjaga momentum peningkatan produksi migas nasional.

Dari target 2 MMSCFD, Bella-5 sementara mampu mengalirkan 4,3 MMSCFD. Kini tantangannya adalah memastikan angka tersebut dapat diterjemahkan menjadi produksi gas yang berkelanjutan dan segera mengalir ke pasar melalui infrastruktur hilir.