PLTS

METI Dukung Kerjasama KADIN dan Eurocham Dorong Pengembangan EBT

Jakarta, Ruangenergi.com Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Surya Darma menilai kerjasama yang dilakukan oleh Kamar Dagang Industri (KADIN) Indonesia dengan Eurocham guna mendorong penggunaan energi terbarukan di Indonesia merupakan langkah baik.

Pasalnya, hal ini menjadi salah satu mewujudkan komitmen Paris untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan meningkatkan bauran energi nasional melalui penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23% hingga 2025.

Terlebih lagi, Indonesia juga memiliki target untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% dengan kemampuan sendiri dan 41% dengan bantuan internasional pada 2030 sesuai NDC (Nationally Determined Contribution).

Selain itu juga, untuk mengurangi emisi GRK sebesar 314-398 juta ton CO2 pada 2030 mendatang, melalui pengembangan EBT, pelaksanaan efisiensi energi dan konservasi energi, serta penerapan teknologi energi bersih.

“KADIN dan Eurocham adalah lembaga organisasi bisnis yang ada di Indonesia. Eurocham juga memiliki banyak perusahaan yang sangat konsen dengan pengembangan energi terbarukan,” kata Surya saat berbincang santai dengan Ruangenergi.com secara virtual, (10/06)

Ia menambahkan, apalagi komitmen Uni Eropa dalam melaksanakan transisi energi dari fosil ke energi terbarukan saat ini mengharuskan perusahaan Eropa untuk mengajak sebanyak mungkin perusahaan domestik melakukan usaha di bidang energi terbarukan.

Surya mengungkapkan, yang menjadi persoalannya saat ini adalah usaha untuk mengembangkan energi terbarukan belum memiliki daya tarik karena tidak bankable, alias sulit memperoleh kepastian pengembalian investasi karena harga energi terbarukan yang tidak mendapat harga yang memiliki keekonomian sebagaimana energi fosil.

“Karena itu dalam beberapa tahun terakhir, Eurocham juga memberikan advokasi pada KADIN melalui kerjasama,” imbuhnya.

Selain itu, tutur Surya, Eurocham juga menjalin kerjasama dengan METI dalam upaya mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

“Kami tentu saja mendukung upaya kerjasama KADIN dengan Eurocham yang memiliki kemampuan teknis, pengalaman legal dan finansial yang cukup untuk mendorong peningkatan pengembangan ET. Kerjasama ini akan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan energi bersih yang semakin menjadi komitmen berbagai pihak dimasa mendatang,” tandasnya.

Sebelumnya, KADIN melakukan penandatangan MoU dengan Eurocham Indonesia untuk kerjasama dan advokasi pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

BACA JUGA  UU ET dongkrak EBT, DEN: Panasbumi Mampu Mensubstitusi Kebutuhan Listrik Nasional

MoU tersebut ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum Kadin bidang Energi Terbarukan dan Lingkungan Hidup (ETLH), Halim Kalla dan Chair Eurocham Indonesia, Corine TAP.

Sebagai informasi, kerjasama ini merupakan perpanjangan MoU yang ditandatangani pada tahun 2016 lalu.

Kedua pihak bersepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam kemudahan berusaha dan iklim investasi di sektor energi terbarukan, menjaga kelestarian lingkungan, bekerjasama dalam upaya penyediaan clean energy untuk mencapai 23% penggunaan EBT di 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *